Warga Protes soal Pemilu, 9 Nyawa Melayang Usai Bentrok dengan Polisi
Jakarta, CNBC Indonesia- Sedikitnya sembilan orang tewas dalam bentrokan antara aparat keamanan dan pendukung kelompok protes terlarang di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat.
Insiden berdarah ini terjadi sehari sebelum kelompok tersebut berencana menggelar pawai menentang aturan pemilu yang menuai kontroversi menjelang pemilihan regional akhir bulan ini.
Komisaris Divisi Poonch, Waheed Khan, mengatakan bentrokan pecah setelah para demonstran menghadang konvoi aparat keamanan dan menyerang petugas di sektor Poonch.
“Polisi dan petugas keamanan menanggapi demi membela diri,” ujar Khan kepadaReuters, dikutip Rabu (15/7/2026).
Diketahui bahwa, Menurut Khan, bentrokan di Tararkhal menewaskan enam demonstran dan satu anggota kepolisian. Sementara itu, insiden terpisah di Rawalakot mengakibatkan satu demonstran dan satu personel keamanan kehilangan nyawa.
Aksi protes dipicu oleh sengketa terkait alokasi 12 kursi cadangan di majelis regional yang diperuntukkan bagi para pengungsi Kashmir yang kini tinggal di wilayah lain di Pakistan. Para pengunjuk rasa menilai mekanisme tersebut mengurangi representasi masyarakat lokal dalam pemerintahan daerah.
Kelompok Komite Aksi Bersama (JAAC), yang pada Juni lalu dinyatakan sebagai organisasi terlarang berdasarkan undang-undang anti-teror Pakistan, telah menyerukan pawai menuju Rawalakot pada Rabu.
Menanggapi rencana tersebut, Khan menegaskan aparat telah bersiaga untuk menghalau massa agar tidak memasuki kota. “Pasukan keamanan siap mencegah para demonstran memasuki Rawalakot,” katanya.
Sementara itu, Berdasarkan perkiraan otoritas setempat, kerusuhan yang berkaitan dengan konflik ini telah menewaskan sekitar 30 orang sejak Juni lalu, mencerminkan terus meningkatnya ketegangan politik dan keamanan di wilayah Kashmir yang dikelola Pakistan menjelang pemungutan suara regional.
Baca Juga:




