Sering Kram Kaki Saat Tidur? Ini Penyebab dan Cara Mencegahnya
Pernah terbangun di tengahmalamkarena betis tiba-tiba terasa kaku,nyeri, dan seperti ditarik sangat kuat? Rasa sakitnya bisa begitu hebat hingga membuat Anda sulit menggerakkankakiselama beberapa saat.
Kondisi ini dikenal sebagai kram kaki malam hari atau nocturnal leg cramps. Meski umumnya tidak berbahaya, kram yang terjadi saat tidur dapat mengganggu kualitas istirahat dan membuat penderitanya khawatir.
MelansirBanner Health, kram malam hari biasanya menyerang otot betis, tetapi juga bisa terjadi pada paha atau telapak kaki. Kejang otot muncul secara tiba-tiba, berlangsung beberapa detik hingga beberapa menit, lalu menyisakan rasa pegal atau nyeri setelahnya.
Menurut American Family Physician, sekitar 60 persen orang dewasa pernah mengalami kram kaki pada malam hari. Kondisi ini juga lebih sering dialami perempuan dan kelompok lanjut usia.
Diketahui bahwa, Dokter spesialis penyakit dalam Mounika Addula, menjelaskan bahwa kram kaki malam hari merupakan kontraksi otot yang terjadi tanpa disadari saat tidur.
“Penyebabnya sering kali berkaitan dengan kelelahan otot, dehidrasi, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kondisi medis tertentu. Namun, pada banyak kasus penyebab pastinya tidak diketahui,” ujarnya.
Para ahli menyebut sebagian luas kasus bersifat idiopatik, yakni muncul tanpa penyebab yang jelas. Beberapa faktor itu antara lain: Meski demikian, sejumlah faktor diduga dapat meningkatkan risikonya.
Saat tidur, banyak orang membiarkan telapak kaki mengarah ke bawah (plantar flexion). Posisi ini membuat otot betis memendek sehingga lebih mudah mengalami kram.
Sementara itu, Terlalu lama duduk atau jarang beraktivitas membuat otot kurang teregang. Akibatnya, otot menjadi lebih rentan mengalami kejang.
Olahraga berlebihan atau aktivitas fisik yang terlalu berat dapat membuat otot bekerja terlalu keras sehingga memicu kram pada malam hari.
Pekerjaan yang mengharuskan seseorang berdiri selama berjam-jam turut dikaitkan dengan meningkatnya risiko kram kaki saat tidur.
Seiring bertambahnya usia, tendon yang menghubungkan otot dan tulang akan memendek secara alami. Perubahan ini diduga membuat kram lebih mudah terjadi.
Tak hanya itu, Meski jarang menjadi tanda penyakit serius, kram kaki malam hari juga dapat berkaitan dengan beberapa kondisi medis. MenukilHealthline, beberapa kondisi medis itu seperti:
• penggunaan obat tertentu, seperti statin dan diuretik.
Jika kram muncul sangat sering, berlangsung lama, atau disertai kelemahan otot maupun pembengkakan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.
Sebagian besar kram akan hilang dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 10 menit. Untuk membantu meredakan nyeri, Anda dapat mencoba beberapa langkah berikut:
Perlu diketahui, • luruskan kaki lalu tarik ujung telapak kaki ke arah tubuh untuk meregangkan otot betis
• kompres hangat atau mandi air hangat untuk membantu melemaskan otot
• minum obat pereda nyeri jika otot masih terasa pegal setelah kram, sesuai petunjuk penggunaan.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa minum sedikit air acar (pickle juice) dapat membantu meredakan kram otot, meski bukti ilmiahnya masih terbatas.
Baca Juga:




