15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
MIND ID Hingga Perminas Kolaborasi Bangun Rantai Pasok Mineral Kritis
Finance & Uang

MIND ID Hingga Perminas Kolaborasi Bangun Rantai Pasok Mineral Kritis

admin Juli 15, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia -Holding BUMN Pertambangan, MIND ID bersama PT LEN Industri, PT Krakatau Steel, dan PT Perminas berkolaborasi membangun rantai pasok mineral kritis nasional. Kerja sama ini diharapkan memperkuat ketersediaan bahan baku industri strategis sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral Indonesia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung dalam rangkaian Danantara’s Advanced Materials Industry Dialogue: From Minerals to Manufacturing yang digelar di Wisma Danantara Indonesia pada 9-10 Juli 2026.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengatakan Indonesia perlu meningkatkan posisi dalam rantai nilai industri global dengan mengoptimalkan kekayaan mineral yang dimiliki. Ia pun mendorong seluruh pihak untuk mulai beranjak lebih jauh di dalam industri ini.

Menurut dia, Indonesia diberkahi dengan kekayaan mineral yang luar biasa, mulai dari nikel, bauksit, tembaga, timah, hingga rare earth. Bahan-bahan ini menjadi fondasi teknologi masa depan, seperti baterai kendaraan listrik, semikonduktor, pertahanan, dan energi bersih.

Diketahui bahwa, “Namun, selama puluhan tahun kita terlalu sering berhenti di titik ekstraksi: mengekspor bahan mentah, lalu membeli kembali produk jadinya dengan harga yang berkali-kali lipat,” kata Rosan dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (15/7/2026).

Rosan menilai kerja sama ini bertujuan mengoptimalkan rantai pasok (supply-offtake) mineral kritis dan material maju guna memenuhi kebutuhan industri strategis dalam negeri.




Selain itu, kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat terwujudnya industri material maju nasional berskala luas melalui pengembangan teknologi bersama, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bernilai tambah mencolok melalui berbagai program industri strategis.

Dalam hal ini pengembangannya tidak hanya terbatas pada mobil dan motor listrik nasional, dirgantara, maritim, komponen dasar, pertahanan dan ketenagalistrikan.

Sementara itu, Chief Technology OfficerDanantara Indonesia Sigit P. Ia ingin transformasi ini bisa menuju ekonomi berbasis teknologi, manufaktur bernilai tambah tinggi, dan penguasaan rantai pasok masa depan. Santosa menyatakan pengembangan industri middle stream material maju perlu dipandang sebagai bagian dari transformasi industri nasional.

Menurut Sigit, Indonesia harus mampu menangkap peluang permintaan regional, membangun kapabilitas teknologi, serta bersaing di pasar global untuk mencapai skala ekonomi yang berkelanjutan. Untuk itu, kata dia, pengembangan industri material maju perlu diarahkan secara lebih terintegrasi sebagai fondasi untuk memperkuat daya saing industri nasional.

Kekuatan Indonesia, katanya tidak hanya terletak pada ketersediaan mineral, tetapi pada kemampuan mengubahnya menjadi ekosistem industri material maju yang menopang baterai, energi bersih, pertahanan, transportasi, dan berbagai teknologi strategis masa depan.

“Nikel tetap menjadi salah satu keunggulan penting, namun agenda besarnya adalah membangun kapasitas industri yang lebih luas, bernilai tambah tinggi, dan kompetitif secara global,” tutur Sigit.

Baca Juga:

Leave a Comment