15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Telkomsel Paling Gemuk, Indosat Irit, XLSmart Habis-habisan
Finance & Uang

Telkomsel Paling Gemuk, Indosat Irit, XLSmart Habis-habisan

admin Juli 15, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Komunikasi dan Digital telah mengumumkan hasil lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz yang diperebutkan oleh tiga operator seluler yang tersisa di Indonesia yaitu Telkomsel, Indosat, dan XLSmart. Rupiah yang ditawarkan ke pemerintah menggambarkan perbedaan strategi ketiga operator tersebut.

Berbeda dengan lelang frekuensi sebelumnya yang menghasilkan satu pemenang, lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz “membagi” spektrum frekuensi yang dilelang kepada seluruh operator seluler. Namun karena tiap operator memberikan penawaran yang berbeda, frekuensi yang dimenangi juga beda.

PT XLSmart Telecom Sejahtera Tbk. Untuk frekuensi 700 MHz, XLSmart mengajukan penawaran Rp 1,06 triliun dan Rp 231,6 miliar bagi frekuensi 2,6 GHz. Artinya, total yang ditawarkan oleh perusahaan hasil merger XL Axiata dan Smartfren ini adalah sekitar Rp 1,3 triliun. (EXCL) adalah operator yang memberikan total penawaran paling signifikan untuk kedua frekuensi.

Total blok yang didapatkan XLSmart dari dua penawaran tersebut adalah 80 MHz yang berasal dari 30 MHz di frekuensi 700 MHz dan 50 MHz di frekuensi 2,6 GHz. Artinya, XLSmart harus mengeuarkan Rp 16,25 miliar per MHz untuk meraih frekuensi baru.

Diketahui bahwa, PT Telekomunikasi Selular, anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk., menjadi operator dengan nilai penawaran terbesar kedua yaitu lebih dari Rp 1,18 triliun. Telkomsel menawarkan Rp 545,84 miliar untuk frekuensi 2,6 GHz dan Rp 642,5 miliar untuk frekuensi 700 MHz.

Total blok yang diraih Telkomsel adalah 100 MHz yang berasal dari 20 MHz di frekuensi 700 MHz dan 80 MHz di frekuensi 2,6 GHz. Oleh karena itu, Telkomsel menghabiskan Rp 11,8 miliar per MHz.

Data perusahaan menyatakan, Telkomsel baru mengoperasikan 5.400 BTS 5G per kuartal I/2026. Jumlah ini hanya sekitar setengah dari nyaris 10.000 BTS 5G yang dioperasikan Indosat dan lebih dari 12.000 BTS 5G yang dioperasikan XLSmart per periode yang sama.




PT Indosat Tbk atau Indosat Ooredoo Hutchison adalah operator yang paling irit dengan penawaran Rp 507,48 miliar untuk 20 MHz di frekuensi 700 MHz dan Rp 372 miliar untuk 60 MHz di frekuensi 2,6 GHz. Total penawaran Indosat dalam lelang adalah Rp 879 miliar.

Sementara itu, Artinya, dalam lelang, Indosat sukses meraih tambahan 80 MHz dengan harga Rp 11 miliar per MHz.

Strategi ketiga operator dalam lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menggambarkan peta penguasaan frekuensi saat ini. Indosat kini menguasai 135 MHz. XLSmart memiliki 152 MHz, tetapi harus mengembalikan 15 MHz pada akhir 2026 sebagai syarat merger, alhasil berkurang menjadi 137 Mhz. Saat ini, Telkomsel adalah penguasa utama bersama 165 MHz blok pita frekuensi radio.

Perhitungan di atas menggambarkan betapa “ngebet”-nya XLSmart untuk mendapat tambahan frekuensi baru untuk menjaga keunggulannya di atas Indosat dan demi menempel Telkomsel. Jika gagal menjadi penguasa utama di frekuensi 700 MHz, XLSmart bakal kesulitan menjaga efisiensi operasionalnya.

Telkomsel lebih memilih bermain aman guna menjaga dominasinya. Setelah lelang, frekuensi yang bakal dikuasai operator pelat merah tersebut adalah 265 MHz jauh di atas XLSmart sebesar 217 MHz (dikurangi 15 MHz pada akhir 2026) dan Indosat sebesar 215 MHz.

Tak hanya itu, Dalam beberapa tahun terakhir, Indosat memang selalu muncul sebagai operator yang paling “irit.” Indosat dan Tri pada Oktober 2022 memang memenangi lelang frekuensi. Setelah merger, Indosat juga serta konsisten melepas akses menara dan baru-baru ini, kebal fiber optiknya demi dikelola pihak lain. Namun, lelang tersebut cenderung merupakan kelanjutan dari “kocok ulang” frekuensi setelah merger antara kedua perusahaan.

Bagi Telkomsel, tambahan frekuensi juga memberikan tantangan baru. Salah satu syarat yang dicantumkan Komdigi untuk pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz adalah mempercepat ketersediaan layanan 5G hingga 51 persen dari populasi nasional. Sebagai penguasa frekuensi terbanyak dan pemilik layanan paling luas dibanding tiga operator, Telkomsel bakal dipaksa lebih agresif dalam memasang BTS 5G.

Baca Juga:

Leave a Comment