15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Bos OJK Sebut Investor Domestik di Pasar Modal RI Tembus 30 Juta
Finance & Uang

Bos OJK Sebut Investor Domestik di Pasar Modal RI Tembus 30 Juta

admin Juli 15, 2026 2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan pasar modal Tanah Air saat ini memiliki modal kuat, yakni porsi investor domestik yang semakin membesar.

Sebagai informasi, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, sepanjang pekan lalu komposisi nilai transaksi investor domestik telah mencapai 62%, sedangkan asing 38%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan naik 0,83% ke level 5.924,36.

Friderica melanjutkan bahwa saat ini jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung kepada investor asing.

“Dulu kita itu jumlah investor masih 250.000 dan kebanyakan asing. Kalau ada guncangan sedikit, kita semua panik,” kata Friderica atau biasa dipanggil Kiki di Investment Forum 2026 di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Diketahui bahwa, Menurut Kiki 30 juta investor merupakan modal kekuatan yang besar untuk mendorong pertumbuhan pasar modal.

Oleh karena itu dia menegaskan bahwa OJK dan Bursa Efek Indonesia memiliki komitmen bagi melindungi investor, khususnya ritel.




Satu di antaranya dengan keterbukaan informasi dan data para emiten. Hal ini seiring dengan agenda reformasi pasar modal guna meningkatkan kepercayaan investor domestik dan asing.

Sebagaimana diketahui, pada awal tahun ini pasar modal RI disorot oleh MSCI. Terkait hal tersebut, para pemangku kepentingan telah menjawab semua kekhawatiran dari lembaga penyedia indeks global tersebut.

Sementara itu, Terbaru, BEI menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio ke dalam kriteria saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC).Kriteria price impact ratio akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Saham yang mempunyai price impact ratio tinggi bakal melalui proses screening demi mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi.

Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Alhasil jumlah saham HSC bertambah menjadi 37, sehingga totalnya menjadi 51 emiten.

Baca Juga:

Leave a Comment