15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Diinterupsi saat Kuliah Umum, Amran Minta Mahasiswa Tak Terprovokasi
Ekonomi

Diinterupsi saat Kuliah Umum, Amran Minta Mahasiswa Tak Terprovokasi

admin Juli 15, 2026 3 min read

Menteri Pertanian AndiAmran Sulaimanmemintamahasiswatidak mudah terprovokasi saat kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan pada Rabu (15/7).

Pesan itu ia sampaikan setelah acara sempat diinterupsi dua mahasiswa yang menerobos masuk ke dalam auditorium dan menyampaikan orasi mengenai situasi di Papua.

Berdasarkan pantauanCNNIndonesia.comdi lokasi, interupsi terjadi ketika Amran tengah menyampaikan materi kuliah umum bertajuk Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan di hadapan ratusan mahasiswa, jajaran pimpinan kampus, dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dua mahasiswa memasuki ruangan sambil membawa megafon dan berorasi.

Diketahui bahwa, “Merdeka! Hidup rakyat Indonesia! Hidup pendapatan rakyat Indonesia!” ucap mereka sebelum menyinggung isu Papua

“Tolong jangan bohongi diri kami, Pak. Papua Selatan tanah kosong! Papua bukan tanah kosong! Papua tanah damai! Proyek negara kapitalis yang akan membabat negara masyarakat rakyatnya.Stop! Tolong jangan serang kami! Kami masyarakat sipil!” seru salah seorang mahasiswa.

Aksi itu sempat memicu kericuhan di dalam auditorium. Sejumlah peserta terdengar meneriakkan “turun” kepada kedua mahasiswa tersebut.

Di tengah situasi itu, Amran justru meminta ajudannya membawa mahasiswa yang berorasi mendekat ke panggung agar dapat berdialog secara langsung.

Sementara itu, “Anak-anakku, kita harus komunikasi. Kenapa? Nanti yang melanjutkan kalian nanti,” kata Amran dari atas podium. Dua tiga tahun di-reshuffle, kembali ke kampung. Menteri itu hanya seperti daki. Kalian yang akan melanjutkan perjuangan Republik Indonesia. Kalian adalah harapan bangsa.

Ia kemudian melanjutkan kuliah umumnya sembari mengingatkan mahasiswa agar siap menghadapi kritik dan tekanan apabila ingin berhasil.




“Kalau mau berhasil, ini pesan saya, Anda siap dikritik. Anda siap difitnah. Orang sukses itu adalah yang mendapatkan tekanan yang tinggi,” ujarnya. Anda siap dihina.

Amran juga mengajak peserta melihat interupsi tersebut sebagai bagian dari ruang dialog. Menurut dia, mahasiswa yang menyampaikan protes juga memiliki keinginan agar Indonesia menjadi lebih baik.

Tak hanya itu, “Mari kita buka-bukaan. Jadi jangan dipandang bahwa itu salah. Generasi muda tatap matanya diberi pemahaman, seperti ini lagi diinginkan pemerintah sekarang,” ujarnya. Supaya membantu, anak-anak kita tadi yang berteriak pasti yang berteriak tadi ingin Republik ini lebih baik.

Usai acara, Amran mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan aksi interupsi tersebut. Menurut dia, kritik dari mahasiswa merupakan hal yang wajar selama disampaikan secara konstruktif dan didasarkan pada fakta.

“Itu (aksi) sangat bagus. Kalau mau berhasil, mau sukses harus memperoleh tekanan lebih. Yang penting konstruktif. Kenapa? Kita harus mendengarkan aspirasi,” kata Amran kepada wartawan.

Ia mengaku berdialog langsung dengan kedua mahasiswa setelah acara berlangsung. Menurut Amran, setelah dijelaskan menggunakan data, keduanya memahami penjelasan yang disampaikan pemerintah.

Perlu diketahui, “Kami bangga itu luar biasa. Dan mereka langsung paham. Ternyata cuma ingin tahu apa sebenarnya capaian pemerintah,” ujarnya. Ada dua tiga orang yang menangis, sampai menangis saya terharu. Kritikannya konstruktif, begitu kami jelaskan, (mereka bilang) ‘oh iya Pak benar’. Tapi tunjukkan fakta. Kami jelaskan pakai data, bukan narasi yang kosong.

Amran pun mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi fitnah atau narasi yang dapat memecah belah.

“Kita butuh kritikan tapi konstruktif. Jangan membuat narasi ingin menjatuhkan atau merusak tatanan negara kita. Kita ini harus berjuang bersama,” katanya. Jangan fitnah.

Berdasarkan pantauan, setelah sempat diwarnai interupsi, acara kuliah umum kembali berlangsung. Di akhir kegiatan, kedua mahasiswa akhirnya bersedia naik ke atas panggung dan berdialog langsung dengan Amran selama lebih dari 15 menit.

Baca Juga:

Leave a Comment