16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Cara Mengajarkan Anak Menabung dan Mengelola Uang
Finance & Uang

Cara Mengajarkan Anak Menabung dan Mengelola Uang

admin Juli 16, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia -Tahun ajaran baru 2026/2027 dapat menjadi awal bagi anak untuk membangun berbagai kebiasaan positif. Selain belajar membaca, berhitung, dan bersosialisasi, ini juga menjadi waktu yang tepat bagi orang tua untuk mengenalkan pengelolaan uang secara sederhana melalui kebiasaan menabung.

Mengajarkan anak menabung bukan sekadar meminta mereka menyisihkan uang saku. Lebih dari itu, menabung membantu anak memahami nilai uang, belajar membuat prioritas, serta melatih kesabaran dan tanggung jawab sejak usia dini. Kebiasaan ini dapat menjadi fondasi penting bagi literasi keuangan saat mereka dewasa.

Lantas, bagaimana cara mengajarkan anak menabung yang efektif tanpa membuat mereka merasa terpaksa?

Anak-anak belum memahami bahwa uang diperoleh melalui usaha dan memiliki nilai yang harus dijaga. Karena itu, memperkenalkan konsep menabung sejak dini dapat membantu mereka membangun pola pikir yang lebih bijak dalam menggunakan uang.

Diketahui bahwa, Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan finansial mulai terbentuk sejak usia dini. Semakin awal anak dikenalkan dengan konsep mengelola uang, semakin besar peluang mereka memiliki kebiasaan keuangan yang sehat di masa depan.

Selain itu, menabung mengajarkan anak bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi saat itu juga. Mereka belajar menunda kesenangan demi mencapai tujuan yang lebih besar.

Mengajarkan anak menabung memiliki manfaat yang melampaui sekadar menyimpan uang.

Anak belajar menyisihkan sebagian uang yang dimiliki secara rutin. Kebiasaan sederhana ini dapat membentuk sikap disiplin yang berguna dalam berbagai aspek kehidupan.

Sementara itu, Melalui pengalaman menabung, anak memahami bahwa setiap uang yang dimiliki memiliki nilai dan perlu digunakan dengan bijak.

Menabung membutuhkan waktu. Anak belajar bahwa mencapai suatu tujuan memerlukan proses dan konsistensi.




Saat mempunyai target membeli barang tertentu, anak akan mulai membedakan antara kebutuhan dan keinginan.

Anak belajar bertanggung jawab terhadap uang yang dimiliki dan mulai memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial.

Tak hanya itu, Tidak ada usia yang benar-benar baku. Namun, banyak ahli menyarankan pengenalan konsep uang dapat dimulai sejak anak berusia sekitar 4-6 tahun, ketika mereka mulai mengenali angka dan memahami konsep sederhana seperti membeli dan menyimpan.

Pada usia sekolah dasar, orang tua dapat mulai memberikan uang saku dalam jumlah yang sesuai serta mengajak anak menyisihkan sebagian untuk ditabung. Seiring bertambahnya usia, pembahasan dapat berkembang ke topik seperti anggaran sederhana, tujuan keuangan, hingga penggunaan rekening tabungan.

Anak cenderung meniru kebiasaan orang tua. Jika orang tua terbiasa menyisihkan uang untuk ditabung atau memiliki perencanaan keuangan, anak akan lebih mudah memahami pentingnya kebiasaan tersebut.

Menabung akan terasa lebih menyenangkan jika memiliki tujuan yang jelas. Misalnya, anak ingin membeli buku cerita, mainan, perlengkapan menggambar, atau sepeda.

Perlu diketahui, Target yang konkret membuat anak lebih termotivasi guna menyisihkan uang secara konsisten.

Untuk anak usia dini, celengan dengan bentuk atau warna favorit dapat meningkatkan minat mereka untuk menabung.

Jika anak sudah lebih besar, orang tua bisa menggunakan toples transparan agar mereka dapat melihat jumlah tabungan yang terus bertambah. Cara ini memberikan motivasi visual yang efektif.

Saat menerima uang saku atau hadiah, ajarkan anak membaginya ke dalam beberapa kategori, misalnya:

Baca Juga:

Leave a Comment