16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Ramai-Ramai Ikut Aturan Indonesia, Raksasa China Akhirnya Tunduk
Finance & Uang

Ramai-Ramai Ikut Aturan Indonesia, Raksasa China Akhirnya Tunduk

admin Juli 16, 2026 2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia -Raksasa media sosial asal China, TikTok, memastikan memiliki langkah-langkah-langkah keamanan untuk anak muda. Ini diungkapkan saat banyak negara, termasuk Indonesia dan sejumlah wilayah Eropa, melakukan pembatasan usia pengguna di media sosial.

Direktur Kebijakan Publik dan Urusan Pemerintahan TikTok di Eropa Utara, Ali Law mengatakan platform dibangun dengan cara keamanan sejak awal dirancang yang bertujuan memastikan keamanan pengguna berusia muda.

“Kami menyadari kekhawatiran yang dimiliki oleh orang tua atau pembuat kebijakan di bidang ini. Kami ingin orang-orang punya hubungan yang sehat dan aman dengan aplikasi karena banyaknya manfaat yang didapatkan orang saat menggunakannya,” kata Law dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (15/7/2026).

TikTok, dia menyebutkan memiliki lebih dari 50 pengaturan keamanan bawaan untuk anak di bawah 16 tahun. Aturan itu mulai dari pembatasan waktu penggunaan hingga satu jam dan pengambilalihan layar agar pengguna bisa beristirahat.

Diketahui bahwa, Selain itu juga ada pembatasan penggunaan pesan langsung pada anak di bawah 16 tahun. Aturan serupa diterapkan pula pada anak di bawah 18 tahun untuk penjualan di TikTok Shop.

Law menambahkan TikTok mengeluarkan uang US$2 miliar untuk kepercayaan dan keamanan pada tahun 2025 lalu.




“Semua ini adalah aspek standar kecil, dorongan kecil memastikan orang mempunyai hubungan yang seimbang dan sehat dengan aplikasi kami,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah negara telah atau tengah membuat aturan pembatasan usia pengguna muda. Di Indonesia, aturan bernama PP Tunas membatasi anak berusia 16 tahun menggunakan media sosial.

Sementara itu, Di Eropa juga berlaku hal serupa. Negara seperti Inggris, Perancis, Yunani dan Spanyol telah mengumumukan pembatasan pengguna media sosial.

Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen menyebutkan wilayah itu akan berupaya membatasi penggunaan media sosial bagi anak. Khususnya batasan usia untuk menggunakan platform.

“Meskipun pada akhirnya terserah orang tua memutuskan kapan anak-anak mendapatkan smartphone mereka, kita punya konsensus perlu adanya tanggal mulai usia anak untuk bergabung dengan media sosial,” kata dia.

Baca Juga:

Leave a Comment