Tragedi 12 Persen Penguasaan Bola, Awal Kehancuran Taktik Inggris
Seni bermain bertahan total demi mengamankan keunggulan tampaknya masih belum menjadi keberuntungan bagi Timnas Inggris diPiala Dunia 2026.
Turnamen ini memperlihatkan bagaimana Inggris harus membayar harga yang sangat mahal akibat memilih bermain pasif usai unggul terlebih dahulu dari Argentina di laga semifinal, Kamis (16/7) dini hari WIB di Stadion Atlanta, Amerika Serikat.
Gol dari Anthony Gordon sepuluh menit setelah babak kedua dimulai sempat menempatkan Inggris berada di jalur yang tepat menuju final turnamen sepak bola terakbar sejagat ini.
Namun, alih-alih mengunci kemenangan, nasibThe Three Lionsjustru berakhir tragis. Harry Kane dan kolega luluh lantak oleh kemampuan magis Argentina yang mampu menciptakan comeback fantastis hingga akhirnya berbalik menang 2-1.
Diketahui bahwa, Kritik tajam mengalir deras dan diarahkan langsung pada perubahan taktik yang dilakukan manajer Inggris, Thomas Tuchel. Keputusan pelatih asal Jerman itu dinilai sebagai blunder fatal.
Setelah tertinggal, Argentina langsung memonopoli jalannya laga dengan agresivitas yang mengerikan, mengurung total pertahanan Inggris, hingga sukses mengamankan tiket ke partai puncak.
Argentina menggempur Inggris habis-habisan dengan dipimpin Lionel Messi yang mendikte permainan. Messi terbukti sukses mencetak dua assist untuk gol balasan Argentina yang dicetak Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez pada menit ke-90+2.
MelansirReuters, gol penyeimbangLa Albicelestepada menit ke-85 tersebut lahir bukan dari kemelut di dalam kotak penalti, melainkan lewat sepakan roket jarak jauh Enzo Fernandez dari luar area terlarang. Gol ini tercipta setelah Jude Bellingham yang tampak sudah sangat kelelahan kandas menutup ruang tembak Fernandez dengan cepat.
Sementara itu, Ketika pertandingan semifinal memasuki masa injury time selama sembilan menit yang menegangkan, petaka bagi Inggris akhirnya benar-benar tiba.
Messi kembali melepaskan umpan silang yang sangat akurat ke jantung pertahanan Inggris, yang langsung disambut serta sundulan terukur oleh pemain pengganti, Lautaro Martinez, untuk mengunci kemenangan dramatisLa Albiceleste.
Parahnya, secara keseluruhan, statistik menegaskan dominasi mutlak sang juara bertahan: Inggris hanya diberi napas dengan 12 persen penguasaan bola dalam kurun waktu 38 menit semenjak Gordon mencetak gol hingga gol penentu kemenangan Martinez bersarang di gawang mereka.
Baca Juga:




