Alasan Bandara di RI Ada yang Kosong-Lengang Seperti Tak Beroperasi
Jakarta, CNBC Indonesia -Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengakui tidak semua bandara di Indonesia melayani penerbangan berjadwal. Sejumlah bandara yang terlihat sepi operasionalnya masih tetap digunakan, namun hanya untuk penerbangan perintis maupun penerbangan tidak berjadwal.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan pemerintah akan melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan bandara yang dikelola negara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh infrastruktur transportasi udara dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Nanti kita akan cek lebih detail lagi terkait dengan bandara-bandara mana yang memang tidak dioptimalkan,” kata Lukman dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, Kamis (16/7/2026).
Kondisi bandara yang tampak tidak memiliki aktivitas penerbangan komersial bukan berarti sepenuhnya tidak beroperasi. Sebagian di antaranya masih melayani penerbangan dengan karakteristik yang berbeda dari bandara komersial pada umumnya.
Diketahui bahwa, “Memang ada yang kosong, tapi sesungguhnya ada juga penerbangan, tapi tidak penerbangan berjadwal,” sebut Lukman.
Ia menjelaskan bandara-bandara tersebut umumnya melayani penerbangan perintis yang ditujukan untuk membuka akses transportasi ke wilayah terpencil. Karena frekuensinya terbatas dan tidak beroperasi setiap hari, aktivitas penerbangan di bandara tersebut terlihat lebih sepi dibandingkan bandara komersial.
“Kadang cuma hanya perintis, khususnya bandara-bandara baru itu hanya benar-benar dikelola untuk digunakan untuk penerbangan perintis saat ini,” katanya.
Dari total 257 bandara di Indonesia, sebanyak 186 bandara berada di bawah pengelolaan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. Sementara sisanya dikelola oleh pemerintah daerah, swasta, dan PT Angkasa Pura Indonesia.
Sementara itu, “Bandara di Ditjen Perhubungan Udara dari total 257, kami mengelola 186 bandara, 17 oleh pemerintah daerah, 17 oleh swasta, dan 37 oleh Angkasa Pura Indonesia,” sebut Lukman.
Baca Juga:




