17 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Mirip GERD/Asam Lambung
Finance & Uang

Dokter Ungkap Tanda Awal Penyakit Liver yang Mirip GERD/Asam Lambung

admin Juli 17, 2026 2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Gangguan organ hati atau liver kerap berkembang tanpa disadari. Liver, seperti kita ketahui, memiliki peran penting dalam membantu pencernaan, membuang racun dari tubuh, hingga memproses nutrisi.Tapi ketika fungsinya terganggu, tubuh biasanya mulai menunjukkan sejumlah gejala yang tidak boleh diabaikan.

Dokter spesialis anestesi dan manajemen nyeri intervensi yang berbasis di Maryland, Amerika Serikat, Dr. Kunal Sood, membagikan lima tanda awal gangguan hati. Berikut gejalanya dikutip dari Hindustan Times, Jumat (17/7/2026):

Dr. Sood bilang, rasa lelah yang terus-menerus merupakan salah satu gejala paling umum pada penyakit hati kronis.Ia menjelaskan kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan enzim hati, tetapi juga dapat dipicu oleh perubahan sinyal di otak, peradangan, penurunan massa otot, gangguan tidur, anemia, hingga menurunnya kemampuan tubuh untuk beraktivitas.

Hati menghasilkan empedu yang berfungsi membantu proses pencernaan lemak. Ketika organ ini mengalami gangguan, proses pencernaan pun ikut terganggu.”Pengosongan lambung yang lebih lambat, peradangan, perubahan indera perasa, perut kembung, hingga penurunan nafsu makan menjadi faktor yang dapat memicu mual dan berkurangnya asupan makanan,” kata Dr. Sood.




Diketahui bahwa, Perubahan warna mata atau kulit menjadi kuning merupakan tanda penyakit kuning atau jaundice. Sood mengatakan, jaundice dapat disebabkan oleh penyakit hati, kerusakan sel darah merah yang berlebihan, maupun penyumbatan saluran empedu.”Jika penyakit kuning baru muncul atau semakin memburuk, segera lakukan pemeriksaan medis,” ujarnya. Kondisi ini terjadi ketika bilirubin menumpuk lantaran hati tidak mampu memproses atau mengeluarkannya secara normal.Dr.

Hati berperan memproduksi berbagai protein yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah serta membantu mengatur produksi trombosit.Ketika fungsi hati menurun, tubuh menjadi lebih mudah mengalami memar maupun perdarahan yang tidak normal, terutama jika disertai mimisan, gusi berdarah, atau tinja berwarna hitam.

Dr. Sood menjelaskan jaringan parut pada hati dapat meningkatkan tekanan pada sirkulasi portal sehingga memicu penumpukan cairan di kaki maupun rongga perut.Kondisi tersebut turut dapat diperparah apabila kadar albumin rendah. Albumin merupakan protein yang membantu menjaga cairan tetap berada di dalam pembuluh darah.Meski demikian, Dr. Sood mengingatka gejala-gejala itu tidak selalu menandakan seseorang mengalami penyakit hati. Ia menyarankan masyarakat segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami keluhan yang menetap atau semakin memburuk agar penyebabnya dapat dipastikan melalui pemeriksaan medis.

Baca Juga:

Leave a Comment