BI: Kinerja Manufaktur RI Masih Ekspansif, 51,42% di Kuartal II-2026
Jakarta, CNBC Indonesia -Bank Indonesia (BI) mencatat kinerja Lapangan Usaha (LU) Industri Pengolahan pada kuartal II-2026 tetap terjaga dan berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 51,43%. Kinerja ini lebih rendah dibandingkan kuartal sebelumnya, yakni 52,03%.
“Berdasarkan komponen pembentuknya, mayoritas komponen berada pada fase ekspansi, yaitu Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan,” tulis BI dalam rilisnya, Jumat (17/7/2026).
Berdasarkan Sublapangan Usaha (Sub-LU), sebagian besar Sub-LU juga berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti oleh Industri Makanan dan Minuman, Industri Logam Dasar, serta Industri Barang Galian Bukan Logam.
Pada triwulan III 2026, kinerja LU Industri Pengolahan diprakirakan meningkat dan tetap berada pada fase ekspansi, tecermin dari PMI-BI sebesar 52,32%.
Diketahui bahwa, BI mengemukakan ekspansi terutama didorong oleh Volume Produksi, Volume Persediaan Barang Jadi, dan Volume Total Pesanan. Lebih lanjut, mayoritas Sub-LU diprakirakan berada pada fase ekspansi, dengan indeks tertinggi pada Industri Mesin dan Perlengkapan, diikuti oleh Industri Pengolahan Tembakau, Industri Logam Dasar, serta Industri Alat Angkutan.
Baca Juga:




