6 Tanda Hipertensi Mulai Merusak Jantung yang Perlu Diwaspadai
Hipertensiatau tekanandarahtinggi kerap dijuluki silent killer karena sering kali tidak menimbulkangejalapada tahap awal. Padahal, tekanan darah yang terus-menerus tinggi dapat merusak berbagai organ penting, termasuk jantung.
Tekanan darah yang tidak terkontrol membuat jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu kerusakan otot jantung, penyakit jantung koroner, gagal jantung, hingga serangan jantung.
Karena itu, penting untuk mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. Berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
Salah satu tanda hipertensi mulai merusak jantung adalah munculnya sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki atau menaiki tangga.
Diketahui bahwa, MelansirCleveland Clinic, kondisi ini terjadi karena kemampuan jantung memompa darah mulai menurun alhasil pasokan oksigen ke seluruh tubuh tidak optimal. Jika kerusakan semakin parah, sesak napas bahkan bisa muncul saat beristirahat atau ketika berbaring.
Hipertensi yang berlangsung dalam waktu lama dapat merusak pembuluh darah koroner, yakni pembuluh darah yang memasok oksigen ke otot jantung.
Akibatnya, aliran darah ke jantung menjadi berkurang dan memicu nyeri dada atau angina. Keluhan ini umumnya terasa seperti dada ditekan, diremas, atau terasa berat, terutama saat beraktivitas maupun mengalami stres.
Tekanan darah tinggi turut dapat memengaruhi sistem kelistrikan jantung. Akibatnya, detak jantung menjadi lebih cepat, tidak teratur, atau terasa berdebar.
Sementara itu, Bila kondisi ini terjadi berulang, sebaiknya segera berkonsultasi bersama dokter. Sebab, keluhan tersebut bisa menjadi tanda gangguan irama jantung atau aritmia.
Ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif, pasokan oksigen dan nutrisi ke jaringan tubuh ikut berkurang. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lelah meski hanya melakukan aktivitas sehari-hari. Jika rasa lelah berlangsung terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, jangan menganggapnya sebagai kondisi yang sepele.
MengutipMedscape, hipertensi yang berkembang menjadi gagal jantung dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh. Salah satu gejala yang paling mudah dikenali adalah pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau tungkai. Penumpukan cairan serta dapat menyebabkan berat badan meroket dalam waktu singkat.
Tekanan darah tinggi yang tidak terkendali membuat otot jantung bekerja lebih keras dari biasanya. Lama-kelamaan, otot bilik kiri jantung dapat menebal atau membesar. Kondisi yang dikenal sebagai hipertrofi ventrikel kiri ini sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Tak hanya itu, Namun, jika terus berlanjut, kemampuan jantung memompa darah akan merosot sehingga meningkatkan risiko gagal jantung dan komplikasi kardiovaskular lainnya.
Risiko kerusakan jantung akibat hipertensi lebih dominan pada orang yang tekanan darahnya tidak terkontrol.
Selain itu, sejumlah faktor lain juga dapat meningkatkan risikonya, seperti kebiasaan merokok, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Komplikasi hipertensi sebenarnya dapat dicegah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan mengontrol tekanan darah secara rutin. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Perlu diketahui, • Mengurangi konsumsi garam serta makanan dominan lemak jenuh.
• Memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan tinggi serat.
• Mengelola stres serta baik serta mencukupi waktu tidur.
Mengenali tanda hipertensi mulai merusak jantung begitu penting agar pengobatan dapat segera dilakukan sebelum muncul komplikasi yang lebih serius. Jika mengalami satu atau beberapa gejala di atas, terutama disertai tekanan darah yang sulit dikendalikan, segera periksakan diri ke dokter bagi memperoleh penanganan yang tepat.
Baca Juga:




