Kekeringan, per Juli Jateng Diguyur Lebih dari 3 Juta Liter Air Bersih
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyatakan telah menjalankan sejumlah langkah guna mengatasi bencana kekeringan pada musim kemarau 2026. Salah satunya, lewat bantuan air bersih.
Sejak 5 Juni hingga 14 Juli 2026, bantuan air bersih telah disalurkan sebanyak 3.258.000 liter melalui 660 tangki kepada 30.378 kepala keluarga atau sekitar 81.297 jiwa di 15 kabupaten, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Purworejo, Magelang, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Sragen, Grobogan, Jepara, Demak, Semarang, dan Pemalang.
Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov bersama bupati dan wali kota telah melakukan pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air bersih. Hal itu disampaikan usai menghadiri Tasyakuran HUT ke-27 PP Polri Cabang Batang, Sabtu (11/7).
“Para bupati dan wali kota sudah membuat mapping (pemetaan). Sudah dipetakan mana daerah-daerah yang kekeringan,” kata Luthfi.
Diketahui bahwa, Berdasarkan data Badan Penanganggulangan Bancana Daerah (BPBD) Jateng, belasan kabupaten/ kota telah di Jateng menetapkan status siaga, yakni Sukoharjo, Demak, Temanggung, Brebes, Kendal, Sragen, Banjarnegara, Purbalingga, Grobogan, Semarang, Pemalang, Wonosobo, Purworejo, Wonogiri, Kota Salatiga dan Kota Tegal.
Menurut Luthfi, data hasil pemetaan tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti bersama dinas terkait. Penanganan akan disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah.
“Prinsipnya, bupati dan wali kota sudah punya data. Tinggal kita mengeksekusi kegiatannya,” ujarnya.
Selain air bersih, Pemprov Jateng menggelar kegiatan CSR melalui kolaborasi dengan pemkab setempat, BPJS Kesehatan, Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak dan BUMD Tirta Satria. Semangat gotong royong ini disebut menjadi kekuatan Jateng dalam menghadapi bencana.
Sementara itu, Per 9 Juni 2026, Pemprov Jateng juga menerbitkan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan. Surat edaran ini menjadi pedoman untuk memperkuat koordinasi dan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana selama musim kemarau.
Luthfi menambahkan, pembahasan teknis penanganan kekeringan masih terus dilakukan hingga kini bersama pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.
Dengan pemetaan yang sudah tersedia, Luthfi meminta setiap daerah segera menyiapkan langkah operasional agar masyarakat tetap memperoleh akses air bersih selama musim kemarau.
Selain penanganan darurat melalui dropping air bersih, Pemprov Jateng turut memperkuat langkah jangka menengah dan jangka panjang, seperti pemeliharaan sumur bor komunal, penguatan infrastruktur penyediaan air bersih, peningkatan manajemen logistik, konservasi sumber daya air, serta edukasi kepada masyarakat agar menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Baca Juga:




