DPR Ungkap Lokasi PFII Bisa Lebih dari Satu, Presiden Jadi Penentu!
Jakarta, CNBC Indonesia -Komisi XI DPR RI mengungkapkan penetapan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dibahas bersama panitia kerja (panja) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan kementerian/lembaga lainnya.
Anggota Komisi XI DPR Fraksi NasDem Fauzi H. Amro menjelaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) PFII masih dalam tahap perubahan redaksional, pada akhirnya pembahasan terkait lokasi PFII masih terus berlangsung.
“Pembahasan masih dalam tahap perubahan redaksional, belum bicara substansi, yang substansi seperti penentuan lokasi dan lain-lainnya,” kata Fauzi saat ditemui wartawan di DPR, Selasa (15/7/2026).
Namun, menurutnya, ada kemungkinan lokasinya bisa lebih dari satu. Pihaknya menambahkan lokasi PFII nantinya akan ditentukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Diketahui bahwa, “Mungkin dikasih opsi atau diserahkan pada Presiden, daripada menimbulkan polemik di kita, ya kita serahkan pada Presiden saja, gimana Presiden inginnya, apakah di Bali, apa di Jakarta, Batam, atau di Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Fauzi.
Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan, Bali akan menjadi lokasi pembangunan PFII.
Ia bahkan menekankan, Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunannya telah disiapkan dan bisa selesai sebelum 16 Agustus 2026, meskipun Undang-undang (UU) PFII hingga kini masih dibahas antara pemerintah dan DPR dengan target penyelesaian pada 21 Juli 2026.
“Ya segeralah sesudah itu. Mudah-mudahan sebelum 16 Agustus semua sudah siap,” kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Sementara itu, Ungkap Airlangga, Bali akan dipilih sebagai lokasi PFII sebab infrastruktur penunjangnya sudah lengkap, mulai dari rumah sakit bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur hingga pariwisatanya yang sudah mendunia.
PFII sendiri kata dia akan ditempatkan di KEK khusus di Bali nantinya, yang jauh dari kepadatan lalu lintas.
“Jadi kita menawarkan seperti di Dubai kan di daerah tertentunya tidak terlalu sibuk, demikian pula di tempat-tempat lain. Jadi Bali adalah salah satu tempat yang ikut mempersyaratkan kondisi kesehatan first class dan kita sudah punya KEK Sanur,” ungkap Airlangga.
Baca Juga:




