15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Kadin Usul Pemerintah Beri Diskon Listrik Lagi Demi Dongkrak Daya Beli
Ekonomi

Kadin Usul Pemerintah Beri Diskon Listrik Lagi Demi Dongkrak Daya Beli

admin Juli 15, 2026 2 min read

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengusulkan pemerintah kembali memberikan diskontarif listriksebagai salah satu langkah untuk meningkatkan daya beli masyarakat di tengah perlambatan aktivitas dunia usaha.

Direktur Insights Kadin Indonesia Institute Fakhrul Fulvian mengatakan insentif tersebut dinilai lebih efektif karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Kebijakan yang perlu dipertimbangkan dan langsung kena kepada seluruh lapisan masyarakat, mungkin lebih baik diberikan lagi diskon tarif listrik. Semuanya dapat berbagai kalangan dan itu akan sangat membantu daya beli,” ujar Fakhrul saat ditemui wartawan di Menara Kadin Indonesia, Jakarta pada Rabu (15/7).

Selain diskon tarif listrik, Fakhrul ikut menyarankan pemerintah menyalurkan bantuan sosial (bansos) dalam jumlah lebih besar pada paruh kedua tahun ini.

Diketahui bahwa, “Saya memberi saran, di kuartal III dan kuartal IV ini sebaiknya berilah bansos dalam jumlah yang besar,” katanya.




Usulan tersebut disampaikan menyusul hasil survei Kadin Indonesia Business Pulse Kuartal II 2026 yang memperlihatkan pelaku usaha masih menilai daya beli masyarakat sebagai salah satu faktor penting yang perlu diperbaiki untuk memulihkan optimisme bisnis.

Dalam survei tersebut, perbaikan daya beli masyarakat menjadi salah satu kebijakan yang dinilai paling dibutuhkan pelaku usaha untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian, setelah stabilisasi nilai tukar rupiah, kepastian regulasi investasi, dan kejelasan arah kebijakan fiskal pemerintah.

Fakhrul mengatakan pemerintah perlu mendorong stimulus fiskal yang kuat dan kredibel agar konsumsi masyarakat kembali meningkat dan memberikan ruang bagi dunia usaha untuk memperbaiki kinerja.

Sementara itu, “Yang paling dibutuhkan itu pemerintah harus meningkatkan daya beli, yang mana semuanya membutuhkan dorongan fiskal yang kuat dan kredibel,” ujarnya.

Menurut dia, pemulihan daya beli menjadi salah satu faktor penting untuk mengembalikan sentimen positif pelaku usaha di tengah pelemahan kondisi bisnis dan penurunan minat investasi yang masih terjadi pada kuartal II tahun ini.

Baca Juga:

Leave a Comment