Keberadaan Erlan Terduga Pembunuh Sekdin Bangkalan Masih Misterius
Erlan atau E, terduga pelakupembunuhansekretaris dinas (Sekdin) asal Bangkalan, RYS (50), yang ditemukan tewas di dalam mobil dinas di Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim) hingga kini masih buron.
Penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur mengungkap sejumlah fakta baru terkait pergerakan dan latar belakang terduga pelaku Erlan.
Kepala Tim (Katim) Opsnal Unit III Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim Aipda Sigit Dwi Susanto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi soal perkembangan pengejaran terduga pelaku.
Sigit mengatakan, Erlan diketahui kerap berpindah-pindah lokasi persembunyian bagi menghindari pengejaran petugas. Menurutnya, hal itu semakin intens dilakukan Erlan setelah sejumlah video yang diduga memperlihatkan sosoknya viral di media sosial dan media massa.
Diketahui bahwa, “Karena kan sudah terlanjur viral banyak media yang ngungkap video terduga pelaku, jadi pelaku semakin berpindah-pindah, akhirnya kami inisiatif, inisiatif pribadi untuk mempersempit ruang pelaku bergerak,” kata Sigiti, Rabu (15/7).
Sigit atau yang dikenal bersama panggilanHellboyini mengatakan, Erlan dapat terus berpindah tempat karena masih ada pihak-pihak yang bersedia menampungnya di berbagai lokasi.
“Masalahnya kan dia masih ada yang nampung, pindah-pindah dan masih ada yang nampung,” ujarnya.
Selain kasus pembunuhan, Sigit membeberkan bahwa Erlan diduga memiliki rekam jejak sebagai pelaku penipuan terhadap sejumlah perempuan sebelum kasus kematian RYS mencuat.
Sementara itu, Ia menyebut, hampir seluruh perempuan yang sempat didatangi tim penyidik guna dimintai keterangan ternyata berstatus korban penipuan Erlan, bukan sekadar kenalan biasa.
“Semua yang kitasamperinitu ternyata korban semua. Termasuk yang kemarin unggahan dari media, video yang orang dia berangkat ke Bali itu, ternyata itu dari korbannya juga ditipu,” katanya.
Sigit menambahkan, kini semakin banyak korban yang mulai berani membuka suara terkait dugaan penipuan yang dilakukan Erlan.
“Ya ini kan semakin banyak yang menjadi korban berani angkat suara,” ujarnya.
Tak hanya itu, Sigit dari penyelidikan polisi diketahui target penipuan Erlan memiliki pola yang serupa, yakni perempuan berstatus janda serta kondisi ekonomi mapan.
“Kalaubackground-nya memang dia kan nipu-nipu janda-janda. Rata-ratanya ngincarnya janda-janda kaya,” ucapnya.
Untuk mempersempit ruang gerak Erlan, Sigit bersama sejumlah rekan berinisiatif membuat sayembara berhadiah bagi masyarakat yang memberikan informasi soal keberadaan terduga pelaku. Sayembara itu diunggah melalui akun media sosial TikTok-nya.
Sigit menegaskan, sayembara itu murni inisiatif pribadi dan menggunakan dana pribadi, bukan berasal dari institusi kepolisian.
Perlu diketahui, “Alhamdulillah banyak informasi yang kami dapat dari netizen dan ini mulai kami dalami informasi-informasi tersebut. Semoga ada yg bisa menuntun kami menangkap pelaku,” katanya.
Ia menyebut, dana sayembara turut dibantu sejumlah pihak, salah satunya ketua umum sebuah ormas yang enggan disebutkan namanya, dengan nilai yang disepakati untuk dipublikasikan sebesar Rp20 juta.
Sigit berharap semakin banyak masyarakat yang mengetahui kasus ini melalui sayembara tersebut, semakin cepat pula informasi soal keberadaan Erlan sampai ke pihak kepolisian ke mana pun ia melarikan diri.
“Jadi biar semua netizen peduli akhirnya pelaku nanti kalau lari ke mana pun kan akhirnya dia nginfokan ke kita gitu,” ucapnya.
Baca Juga:




