Surveyor Sucofindo Tewas di Insiden Kapal Tenggelam di Perairan Siak
Surveyor PTSucofindomeninggal dunia dalam insiden kapal tenggelam di perairan Tanjung Buton, Kabupaten Siak,Riau.
Kabar duka ini diketahui melalui unggahan akun Instagram resmi perusahaan @sucofindoofficial.
Kepergian Surveyor bernama Febrizal itu seiring bersama dihentikannya operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan dalam insiden tersebut.
“Turut Berduka Cita. Febrizal,” tulis Sucofindo dalam unggahannya, Selasa (14/7). Seiring dengan dihentikannya operasi pencarian oleh Tim SAR Gabungan atas insiden KM Gading 2 di Perairan Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, keluarga luas PT SUCOFINDO (PERSERO) menyampaikan duka yang mendalam kepada keluarga rekan kami, Sdr.
Diketahui bahwa, “Dedikasi dan pengabdiannya dalam menjalankan tugas akan senantiasa menjadi bagian dari perjalanan SUCOFINDO,” tulis Sucofindo.
Perusahaan turut menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Tim SAR Gabungan atas upaya tanpa kenal lelah selama proses pencarian.
“Di tengah duka ini, doa dan simpati kami menyertai keluarga. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan dan ketabahan,” tulis Sucofindo.
Insiden tenggelamnya kapal ini juga menelan korban jiwa lain, satu di antaranya adalah Pegawai Bea Cukai Pekanbaru bernama Aditya Waskita Jauhari.
Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pun sudah menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian Aditya.
“Saya, Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan Republik Indonesia, atas nama pribadi dan segenap keluarga besar Kementerian Keuangan, menyampaikan dukacita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Saudara Aditya Waskita Jauhari,” kata Purbaya dalam unggahan video di Instagram resminya @menkeuri, Rabu (8/7).
Purbaya mengatakan Aditya merupakan pelaksana di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean B Pekanbaru, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Aditya meninggal dunia saat menjalankan tugas negara di perairan Kawasan Industri Tanjung Buton, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.
Ia pun menyampaikan penghormatan atas dedikasi dan pengabdian pegawai tersebut selama bertugas.
Tak hanya itu, “Saya menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya atas pengabdian dan jasa almarhum Aditya Waskita Jauhari. Semoga segala khilaf dan dosanya diampuni, amal ibadahnya diterima, kuburnya dilapangkan, dan almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.
Purbaya juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Ia berharap keluarga diberi kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan menghadapi musibah tersebut.
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mengungkapkan Aditya gugur saat mengikuti pengawasan pemuatan barang ekspor di perairan Tanjung Buton pada Senin (7/7) dini hari.
Insiden terjadi ketika Aditya bersama tim gabungan melakukan pemeriksaan fisik muatan kapal MV Himala V195 sebagai bagian dari prosedur pengawasan kepabeanan atas komoditas ekspor Palm Kernel Shell in Bulk.
Perlu diketahui, Saat proses pengukuran akhir muatan berlangsung, kapal pompong yang ditumpangi tim KM Gading 2 terbalik dan tenggelam akibat arus perairan yang kuat.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian dan penyelamatan. Sebagian besar penumpang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sementara Aditya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Baca Juga:




