16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Presiden Copot Menhan di Tengah Perang, Tuai Kritik dari Publik
Finance & Uang

Presiden Copot Menhan di Tengah Perang, Tuai Kritik dari Publik

admin Juli 16, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mencopot Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov dalam perombakan besar kabinet. Langkah itu menuai penolakan dari sejumlah mitra internasional dan kelompok masyarakat sipil yang menilai Fedorov seharusnya tetap dipertahankan.

Fedorov mengumumkan pengunduran dirinya melalui Telegram dan menyebut masa jabatannya sebagai sebuah kehormatan. Selama enam bulan memimpin kementerian, pria berusia 35 tahun itu mendapat apresiasi luas sebab dinilai berhasil gemilang mereformasi sektor pertahanan dan menekan praktik korupsi.

“Merupakan kehormatan besar demi melayani rakyat Ukraina,” tulisnya, seperti dikutipThe Guardian, Kamis (16/7/2026).

Dalam pesan perpisahannya, Fedorov memaparkan sejumlah capaian selama menjabat. Menurutnya, langkah tersebut sudah menghemat anggaran negara hingga “miliaran dolar” atau setara puluhan triliun rupiah. Ia mengklaim berhasil menonaktifkan akses Starlink yang digunakan pasukan Rusia, mempercepat pengadaan drone untuk menyerang logistik lawan dan mengisolasi wilayah Krimea yang diduduki Rusia, serta mereformasi sistem pengadaan militer.

Diketahui bahwa, Pada hari terakhirnya menjabat, Fedorov juga mengungkap keberhasilan uji coba rudal balistik Ukraina. Ukraina akan memasuki liga baru,” ujarnya. “Kami secara fundamental merevisi persyaratan teknis dan mencapai akurasi maksimum. Kami mengurangi biaya sebesar 30%.

Masa kepemimpinan Fedorov bertepatan dengan meningkatnya efektivitas operasi militer Ukraina. Dalam beberapa bulan terakhir, Kyiv gencar melancarkan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak Rusia, yang disebut-sebut mengganggu pasokan bahan bakar dan meningkatkan tekanan terhadap Moskow.




Hingga kini belum dipastikan apakah Fedorov akan memperoleh posisi baru di kabinet. Pergantian ini berlangsung bersamaan dengan diterimanya pengunduran diri Perdana Menteri Yulia Svyrydenko oleh parlemen Ukraina, setelah Zelenskyy menyatakan pemerintah membutuhkan penyegaran. Kepala perusahaan energi Naftogaz, Serhiy Koretskyi, disebut-sebut menjadi kandidat kuat penggantinya.

Pencopotan Fedorov memicu kritik tajam dari para pendukungnya. Serhii Sternenko, mantan ajudan Fedorov, menilai reformasi yang sedang dijalankan justru dihentikan di tengah jalan.

Sementara itu, “Sangat disayangkan negara kita saat ini semakin jauh dari kemenangan. Reformasi nyata bahkan belum diizinkan untuk dimulai, meskipun kita masih berhasil melakukan banyak perubahan,” katanya, menuding adanya penundaan yang disengaja dan hambatan birokrasi.

Politisi oposisi Iryna Gerashchenko juga mempertanyakan keputusan tersebut. Sebelum kabar pencopotan dikonfirmasi, ia menyatakan di parlemen, “Bagaimana mungkin satu-satunya penunjukan Zelenskyy yang masuk akal, Menteri Fedorov, berada dalam ketidakpastian hari ini?”

Gelombang dukungan juga membanjiri media sosial. Ribuan warganet menyampaikan kekecewaan atas keputusan Zelenskyy, sementara Wakil Direktur lembagathink tankPolitika, Artem Bronzhukov, menilai pergantian menteri pertahanan secara cepat merupakan langkah yang tidak lazim bagi negara yang sedang berperang.

“Hasilnya terlihat jelas dalam serangan jarak menengah. Dengan latar belakang ini, ada kepercayaan yang besar pada Mykhailo Fedorov. Ia didukung oleh mitra Barat kita dan oleh bagian masyarakat yang progresif,” ujarnya kepadaRadio NV.

Baca Juga:

Leave a Comment