16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Wamendagri Sebut Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas
Nasional

Wamendagri Sebut Perbaikan Tata Kelola Dana Otsus Papua Jadi Prioritas

admin Juli 16, 2026 2 min read

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk menyatakan bahwa perbaikan tata kelola Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua telah menjadi prioritas pemerintah, guna memastikan penyalurannya tepat waktu dan tepat sasaran, serta berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Penegasan disampaikan Ribka saat menghadiri Rapat Koordinasi Perbaikan Tata Kelola dan Pencegahan Korupsi Dana Otsus di Wilayah Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Kamis (16/7/2026).

“Persoalan kita hari ini bukan pada Dana Otonomi Khususnya, tetapi pada tata kelolanya. Bagaimana Dana Otonomi Khusus itu bisa turun tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Ribka.

Menurutnya, hasil pembenahan mulai terlihat pada penyaluran Dana Otsus Tahun Anggaran 2025 yang telah terealisasi 100 persen. Pada 2026, Kemendagri terus memperkuat tata kelola melalui sistem terintegrasi bersama Kementerian Keuangan dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menghubungkan proses perencanaan, penganggaran, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi alhasil penyaluran Dana Otsus menjadi lebih akuntabel dan tepat waktu.

Diketahui bahwa, Hingga pertengahan 2026 seluruh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua telah merealisasikan penyaluran Dana Otsus tahap pertama. Saat ini, pemerintah daerah didorong segera memenuhi persyaratan penyaluran tahap kedua, termasuk menyampaikan laporan realisasi, laporan kinerja, serta menyusun Rencana Aksi Percepatan (RAP).




“Tahun 2026 harus menjadi tonggak sejarah perbaikan tata kelola Dana Otonomi Khusus akan kita selesaikan. Setelah tepat waktu, target berikutnya adalah tepat sasaran dan tepat manfaat. Itu yang ingin kita wujudkan bersama,” lanjut Ribka.

Untuk kelancaran proses, pemerintah daerah (Pemda) diminta segera menyelesaikan RAP, termasuk untuk pemanfaatan dana hasil efisiensi yang telah dikembalikan pemerintah pusat. Penyelesaian dokumen itu disebut penting agar proses penyaluran Dana Otsus tahap berikutnya tidak mengalami keterlambatan.

Ribka menegaskan, Kemendagri akan terus mendampingi Pemda memperkuat tata kelola Dana Otsus melalui penerapan prinsip 5T, yakni tepat data, tepat waktu, tepat sasaran, tepat kelola, dan tepat manfaat.

Sementara itu, Dengan tata kelola yang semakin baik, Dana Otsus didorong mendukung percepatan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.

Baca Juga:

Leave a Comment