Mendes Yandri Bongkar Hambatan Utama Kopdes Merah Putih
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (MendesPDT)Yandri Susantomembeberkan tantangan program Koperasi Desa Merah Putih (KopdesMerah Putih) adalah penyiapan lahan di daerah-daerah tertentu.
“Jadi salah satu kendala yang paling besar itu adalah kesiapan lahan. Jadi lahan 1.000 meter itu tidak gampang juga di daerah-daerah tertentu. Tapialhamdulillahhampir 40 ribu lahannya sekarang sudah siap dan sedang proses membangun,” ujar Yandri usai acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7).
Yandri menyampaikan sebanyak 35.800 Kopdes Merah Putih yang tersebar di seluruh Indonesia ditargetkan selesai dibangun Agustus 2026. Dengan begitu, pihaknya akan terus berkomitmen mendukung pembangunan di daerah-daerah yang belum memiliki Kopdes Merah Putih.
“Nanti akan secara bertahap, kontinu, akan terus dilakukan bagi desa-desa yang belum punya itu akan terus dilakukan pembangunan, terutama memang persiapan lahannya yang terus dimatangkan sekarang,” jelasnya.
Diketahui bahwa, Selain itu, ia juga menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih tak bakal mematikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan warung-warung kecil di desa.
Menurut Yandri, Kopdes Merah Putih, BUMDes, hingga warung-warung kecil akan saling berkolaborasi. Adapun pihaknya akan mengatur agar Kopdes Merah Putih justru menjadi penguat bagi ekosistem ekonomi desa yang sudah tumbuh.
“Kementerian Desa, lahirnya koperasi Desa Merah Putih lantaran sudah ada Badan Usaha Milik desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil. Tidak bakal ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan. Kita akan atur sedemikian rupa, kita saling menguatkan satu sama lain,” kata Yandri. Insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa.
Ia pun menyoroti filosofi Bung Hatta untuk menggambarkan pentingnya peran Kopdes Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi di desa. Yandri menilai Indonesia tidak akan maju jika hanya terfokus pada pembangunan di pusat, melainkan harus dimulai dari kemajuan di desa-desa.
Sementara itu, “Maka inilah kata Bung Hatta, Indonesia tidak akan pernah bersinar dengan satu obor di Monas. Tapi Indonesia akan menyala dengan lilin-lilin kecil yang ada di desa-desa. Lilinnya itu adalah Koperasi Desa Merah Putih,” tuturnya.
Lebih lanjut, Yandri menekankan pihaknya ingin program Kopdes Merah Putih benar-benar berhasil sebab sudah menggunakan anggaran dana desa, yakni sebesar 20 persen dari pendapatan Kopdes itu akan menjadi pendapatan desa.
“Dana desa ini kalau kita kelola dengan baik menjadi kopdes Merah Putih. Di mana hasilnya nanti sekurang-kurangnya 20 persen pendapatan Kopdes itu akan menjadi pendapatan asli desa dan 80 persen akan kembali ke rakyat dari desa,” terangnya.
Baca Juga:




