17 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Proyek Gas Raksasa Jaga Kedaulatan, Lokasi di Perbatasan RI-Australia
Finance & Uang

Proyek Gas Raksasa Jaga Kedaulatan, Lokasi di Perbatasan RI-Australia

admin Juli 17, 2026 2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia -Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan Proyek Lapangan Abadi, Blok Masela sebagai salah satu proyek strategis nasional. Khususnya yang akan memperkuat ketahanan energi sekaligus menjaga kepentingan Indonesia di kawasan perbatasan.

Mengutip unggahan akun instagram @kesdm, Kementerian ESDM menjelaskan bahwa ProyekLiquefied Natural Gas(LNG) Abadi berada di Wilayah Kerja Masela, Laut Arafura, yang lokasinya dekat menggunakan perbatasan laut Indonesia dan Australia.

“Proyek LNG Abadi Wilayah Kerja Masela adalah proyek pengembangan gas alam strategis yang terletak di Laut Arafura, dekat perbatasan wilayah laut Indonesia-Australia,” tulis @kesdm, dikutip Jumat (17/7/2026).

Adapun, skema pengembangan proyek ini mencakup fasilitas lepas pantai (offshore) yang terhubung ke fasilitas pengolahan dan penyimpanan terapung (FPSO). Gas kemudian dialirkan melalui pipa ekspor sepanjang sekitar 170-180 kilometer menuju fasilitas LNG darat (onshore) di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.




Diketahui bahwa, Proyek ini juga menerapkan teknologiCarbon Capture and Storage(CCS). Karbon dioksida (CO2) hasil proses pemurnian gas akan dikompresi dan dialirkan kembali melalui pipa khusus untuk diinjeksikan secara aman ke dalam sumur injeksi di Lapangan Abadi.

Dari sisi produksi, LNG Abadi Masela ditargetkan mempunyai kapasitas sebesar 9,5 juta ton LNG per tahun, memproduksi sekitar 35.000 barel kondensat per hari, serta memasok 150 MMSCFD gas pipa untuk kebutuhan industri domestik.

Selain memperkuat pasokan energi nasional, proyek ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar. Berdasarkan informasi Kementerian ESDM, total investasi proyek mencapai sekitar US$20,9 miliar atau setara sekitar Rp342 triliun, bersama proyeksi penerimaan bruto mencapai US$137,7 miliar.

Pada masa puncak konstruksi, proyek tersebut juga diperkirakan menyerap lebih dari 12.000 tenaga kerja, dengan mengutamakan tenaga kerja lokal.

Baca Juga:

Leave a Comment