14 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Wamenperin Ungkap Penyebab Utilisasi Industri Masih Rendah
Finance & Uang

Wamenperin Ungkap Penyebab Utilisasi Industri Masih Rendah

admin Juli 14, 2026 2 min read

Jakarta, CNBC Indonesia -Kementerian Perindustrian (Kemeperin) mengakui tingkat utilisasi industri manufaktur nasional masih menghadapi tantangan besar. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tekanan ekonomi global hingga persoalan pasokan energi yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan pemerintah terus mencari berbagai solusi agar kapasitas produksi industri dapat meningkat tanpa membebani pelaku usaha. Menurutnya, persoalan itu tidak hanya berasal dari sisi permintaan, tetapi juga dari faktor biaya produksi.

“Mengenai utilisasi 61,8%, tentu ada banyak hal yang saya kira Pimpinan dan anggota Komisi VII memahami betul situasi global yang sangat mempengaruhi hampir semua negara, termasuk negara-negara industri,” kata Faisol dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (14/7/2026).

Pemerintah terus berupaya menjaga pertumbuhan industri melalui berbagai cara. Meski demikian, proses tersebut dinilai membutuhkan waktu. Sejumlah investasi baru juga mulai didorong agar dapat memperkuat kapasitas industri nasional dalam beberapa tahun mendatang.

Diketahui bahwa, “Makanya hari ini hampir semua negara-negara industri berlomba-lomba untuk mempercepat industrialisasi di masing-masing negaranya. Utilisasi kami dengan beberapa negara industri agak mirip Pimpinan, misalnya seperti India, tetapi kami berusaha untuk terus menjaga supaya kinerja industri ini tetap tumbuh dengan baik dengan berbagai kolaborasi kerja sama dari berbagai KL, terutama inisiatif industri yang dikembangkan oleh Bapak Presiden melalui BPI Danantara, begitupun juga dengan investasi-investasi baru,” ujarnya.




Salah satu tantangan utama industri saat ini adalah ketersediaan energi, khususnya gas. Pemerintah terus berupaya menjaga pasokan melalui berbagai skema agar harga tetap kompetitif bagi pelaku industri.

“Di samping itu ada hambatan-hambatan internal yang kami juga sudah meminta dukungan dari berbagai lembaga, misalnya dukungan mengenai keberadaan kecukupan energi misalnya di bidang gas, di mana kita tahu bahwa pemerintah melalui situasi global yang ada dan kenaikan harga global gas ini terus berupaya menyediakan kebutuhan untuk industri,” katanya.

Adapun penyelesaian persoalan dimaksud membutuhkan koordinasi menyeluruh dari sektor hulu hingga hilir alhasil industri tetap mampu bersaing di tengah tekanan global.

Sementara itu, “Namun demikian kita tahu bahwa ini bukan juga mudah semuanya kita selesaikan karena hulu dan hilir harus dikoordinasikan menggunakan cukup baik,” ujar Faisol.

Baca Juga:

Leave a Comment