15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Bapanas Bongkar Biang Kerok Harga Beras Mahal
Ekonomi

Bapanas Bongkar Biang Kerok Harga Beras Mahal

admin Juli 15, 2026 3 min read

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap penyebabharga berasmahal di sejumlah daerah beberapa waktu terakhir.

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), rerata nasional harga beras mencapai Rp15.499 per kilogram (kg).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan harga beras yang beredar di masyarakat mengikuti harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani. Ia menyebut saat ini rerata harga GKP mencapai Rp7.000 per kg.

“Kalau GKP-nya tinggi, di atas Rp7.000, tentu harga beras kan tidak mungkin di eceran ya, karena kita membuat asumsi harga eceran tertinggi itu dengan GKP 6.500. Kalau GKP-nya lebih dari 6.500, tentu tidak akan bisa sesuai dengan harga eceran,” ujar Ketut saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Diketahui bahwa, Meski begitu, Ketut menegaskan harga GKP yang tinggi tentu menguntungkan bagi petani karena dapat mendorong Indonesia menjadi swasembada beras.

“Petani kita lagi bahagia. Kenapa? Karena harganya nyaman bagi petani kita, nyaman bagi petani kita untuk berproduksi,” terangnya. Nah, kalau kita ingin menjadi negara produsen, ingin swasembada, tentu ini sisi positif.

Untuk merespons harga beras yang mahal, Bapanas bakal menggelontorkan bantuan pangan tahap dua berupa beras kepada 33,24 juta penerima pada Agustus 2026 mendatang.

“Tahap kedua tadi diputuskan akan dilakukan, disekaliguskan di bulan Agustus. Ya, mungkin sampai lewat September karena kondisi geografis,” ujar Ketut.

Sementara itu, Ketut menyebut saat ini pihaknya masih menunggu persetujuan anggaran dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).




“Kami juga prosesnya sudah mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan, sedang di-review oleh Kementerian Keuangan. Nanti kalau sudah masuk ke DIPA Badan Pangan Nasional, tentu nanti Bapak Kepala Badan (Bapanas) mendelegasikan,” terangnya.

Dalam kesempatan sama, ia menyampaikan bantuan pangan tahap satu telah diberikan kepada penerima mencapai 99,7 persen.

“Berarti selisih 0,3 persen yang belum, terutama di Papua, beberapa wilayah Sumatra, dan Sulawesi. Namun, secara prinsip tahap pertama sudah bagus,” kata Ketut.

Tak hanya itu, Sebelumnya, BPS mencatat harga beras masih bertahan di level tinggi pada pekan kedua Juli 2026.

Kondisi itu menjadi perhatian karena meski kenaikan harganya relatif rendah, masyarakat masih harus membeli kedua komoditas tersebut dengan harga yang mahal.

“Beras, minyak goreng perlu mendapatkan perhatian walaupun perubahan IPH-nya relatif rendah, tetapi level harganya sudah sangat tinggi. Ini yang sebenarnya dibayar oleh masyarakat. Walaupun IPH-nya rendah, artinya harganya stabil, tetapi stabil pada harga yang tinggi,” kata Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7).

BPS mencatat saat ini harga beras secara nasional mencapai Rp15.499 per kilogram. Jumlah tersebut lebih dominan dibandingkan pekan pertama Juli. Sebanyak 128 kabupaten/kota mengalami kenaikan harga beras hingga pekan kedua Juli 2026.

Perlu diketahui, Kenaikan harga beras juga terjadi di 29 provinsi. Sementara itu, harga beras tercatat stabil di Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Banten, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan. Sebaliknya, beberapa provinsi mulai mengalami penurunan harga beras, yakni Jawa Timur, Sumatra Barat, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Baca Juga:

Leave a Comment