15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Cerita Sekolah Negeri Minim Siswa di Awal Tahun Ajaran, 1-5 Murid Baru
Nasional

Cerita Sekolah Negeri Minim Siswa di Awal Tahun Ajaran, 1-5 Murid Baru

admin Juli 15, 2026 3 min read

Memasuki masa awal tahun ajaran 2026/2027, sejumlahsekolah negeridi Indonesia minim mendapatkan murid baru.

Meskipun minim mendapat murid baru, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tetap digelar menyambut pelajar baru tersebut sejak Senin (13/7).

MPLS digelar sepekan ke depan sebelum masa belajar mengajar secara penuh sepanjang tahun ajaran ini. Walaupun jumlah siswa sedikit, semangat tenaga pendidik dan kesiapan fasilitas di banyak sekolah tetap terjaga demi menyajikan layanan pendidikan terbaik bagi setiap anak yang telah mendaftar.

Fenomena itu tercatat di sejumlah daerah di Indonesia, bahkan di kota-kota yang dikenal sebagai kawasan aglomerasi atau kota besar seperti Semarang dan Bandar Lampung.

Diketahui bahwa, Berikut beberapa di antaranya yang dirangkum dari jaringan beritadetikcom danAntara:

SD Negeri 1 Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung, hanya menerima dua siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027. Meski hanya dua murid baru di kelas 1, guru tetap semangat menyambut mereka saat pelaksanaan MPLS pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7).

Mengutip daridetikSumbagsel,Guru SDN 1 Gedung Meneng, Rita mengatakan pihak sekolah tetap melaksanakan seluruh rangkaian MPLS sebagaimana sekolah lainnya. Ia juga memberikan motivasi kepada kedua siswa baru agar tidak merasa canggung saat memulai pendidikan di bangku sekolah dasar.

Ia memastikan kedua murid baru akan mendapat pendampingan dari para guru maupun kakak kelas selama menjalani proses belajar di sekolah.

Sementara itu, “Anak-anak tidak perlu takut atau risau. Kakak-kakak kelas akan menuntun kalian, guru-guru akan membimbing kalian supaya bisa belajar dengan ceria dan penuh kebahagiaan. Mulai hari ini kalian sudah menjadi bagian dari keluarga besar SD Negeri 1 Gedung Meneng,” ujarnya.

Salah seorang wali murid, Andi, mengaku tetap yakin menyekolahkan putrinya di SDN 1 Gedung Meneng. Menurutnya, hari pertama sekolah menjadi momen yang membahagiakan bagi sang anak.




“Anak saya senang sekali. Dari pagi sudah bangun lebih awal dan semangat ingin berangkat sekolah,” katanya.

“Saya bangga walaupun cuma dua siswa. Mudah-mudahan ke depannya SDN 1 Gedung Meneng bisa lebih sukses lagi dan siswanya bertambah banyak,” sambungnya.

Tak hanya itu, Sementara itu di Bengkulu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rejang Lebong memperbolehkan sejumlah sekolah di daerah itu untuk tetap menerima murid baru kendati telah melewati batas waktu pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Kepala Disdikbud Rejang Lebong Zakaria Efendi mengatakan dari total 241 sekolah negeri, baik SD maupun SMP di Kabupaten Rejang Lebong, masih ada beberapa sekolah yang jumlah pendaftarnya minim sehingga belum memenuhi kuota untuk rombongan belajar (rombel).

Dia berharap kebijakan perpanjangan waktu penerimaan siswa baru ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah, pada akhirnya kuota kelas yang masih kosong dapat segera terisi sebelum penutupan Dapodik pada pertengahan Agustus 2026.

Mengutip dariAntaraper Minggu (12/7), Disdikbud Rejang Lebong mencatat beberapa sekolah tingkat SMP yang masih kekurangan pendaftar seperti  SMPN 30 Rejang Lebong yang baru memperoleh lima pendaftar, SMPN 38 Rejang Lebong dengan enam pendaftar, SMPN 40 Rejang Lebong dua pendaftar, dan SMPN 35 Rejang Lebong yang saat itu belum mendapat calon peserta didik baru.

Perlu diketahui, Sementara untuk tingkat SD saat itu terdapat 13 sekolah yang tercatat belum mendapatkan siswa baru sama sekali. Sekolah-sekolah tersebut meliputi SDN 31 Rejang Lebong, SDN 41, SDN 61, SDN 132, SDN 140, SDN 149, SDN 150, dan SDN 155.

Selanjutnya, SDN 158 Rejang Lebong, SDN 161, SDN 164, SD Negeri 166 Rejang Lebong, serta SD Negeri 167 Rejang Lebong.

Menurut Zakaria, sekolah-sekolah yang belum memiliki pendaftar tersebut umumnya berada di wilayah pedesaan atau terletak cukup jauh dari kawasan perkotaan.

Hanya ada tiga murid yang masuk ke SDN Purwoyoso 01, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah di tahun ajaran baru ini. Meskipun demikian, pihak sekolah tetap memberikan materi MPLS secara meriah, termasuk dengan menghadirkan badut sebagai maskot.

Baca Juga:

Leave a Comment