15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Pria 83 Tahun Kena Sifilis Langka, Awalnya Masuk UGD lantaran Gatal
Kuliner & Resep

Pria 83 Tahun Kena Sifilis Langka, Awalnya Masuk UGD lantaran Gatal

admin Juli 15, 2026 2 min read

Seorang pria berusia 83 tahun masuk unit gawat darurat lantaran gatal luar biasa di kulit. Setelah melalui rangkaian pemeriksaan, ternyata ia didiagnosis mengalamisifilislangka.

Setelah berminggu-minggu keluar masuk rumah sakit, pria asal Belgia itu akhirnya memutuskan ke unit gawat darurat. Kulitnya terasa sangat gatal lalu ada ruam merah dan sisik pada betis.

Dalam laporan kasus, dokter menuliskan “kekuatan motorik, sensasi, refleks, koordinasi, dan gaya berjalan normal.”

Kemudian di ruang gawat darurat, ia ditanya lebih lanjut soal riwayat kesehatannya. Dia berkata dalam dinas militer semasa muda, ia telah berhubungan seks tanpa pengaman dengan beberapa orang.

Diketahui bahwa, Dia juga sempat dirawat akibat berbagai infeksi menular seksual (IMS) kala itu tapi ia tidak ingat diagnosisnya.

Dokter memutuskan untuk menjalankan tes HIV dan tuberkulosis. Namun hasilnya negatif. Namun pemeriksaan untukTreponema pallidumatau bakteri penyebab sifilis menunjukkan hasil positif. Hal ini mengonfirmasi bahwa si pria menderita infeksi sifilis aktif.

Melansir dariLive Science, berdasar tesT.pallidumpositif, ruam, tidak enak badan, hasil fungsi hati abnormal, kadar protein urine tinggi, bengkak pada kaki, wajah terkulai, dan kelenjar getah bening bengkak.




Dokter mendiagnosis ia menderita sifilis sekunder serta neurosifilis dini atau kondisi bakteri menyerang sistem saraf.

Sementara itu, Kasus ini terbilang langka sebab jarang sekali sifilis menyerang ginjal dan hati.

Selain itu, biasanya sifilis sekunder terjadi dalam tahun pertama infeksi yang tidak diobati dan jarang berkemban setelah empat tahun berlalu.

Biasanya, ada luka halus dan keras di area mulut atau alat kelamin selama sifilis primer. Setelah luka hilang, sifilis sekunder muncul dalam beberapa bulan jika tidak diobati.

Dia dulu memang sempat terdiagnosis IMS meski tidak diketahui penyakit persisnya. Tetapi paparan periode itu tidak menjelaskan gejala yang dialami saat ini.

Tak hanya itu, Pasien pun diberi suntikan penisilin tunggal sebelum diagnosis infeksinya menyerang sistem saraf. Kemudian ia diberi pengobatan penisilin intravena selama 14 hari yang direkomendasikan untuk neurosifilis.

Sementara gejala gatal yang parah diobati dengan antihistamin dan diberi diuretik untuk mengurangi bengkak di kaki. Dalam waktu sebulan, bengkak telah membaik dan hasil tes fungsi hari dan produksi urine telah normal.

Baca Juga:

Leave a Comment