15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Rahasia Stamina Erling Haaland: Diet ‘Nenek Moyang’ 6.000 Kalori
Finance & Uang

Rahasia Stamina Erling Haaland: Diet ‘Nenek Moyang’ 6.000 Kalori

admin Juli 15, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Penampilan striker Timnas Norwegia, Erling Haaland, di atas rumput hijau terus mengundang decak kagum. Penyerang tengah dengan tinggi badan 196 cm ini tercatat telah mengoleksi 62 gol dalam 54 penampilan untuk negaranya, termasuk performa impresifnya yang menggelontorkan tujuh gol hanya dalam empat pertandingan di Piala Dunia FIFA 2026.

Namun, di balik ketajamannya yang luar biasa, terungkap sebuah fakta mencengangkan mengenai pola makannya. Haaland dilaporkan secara rutin mengonsumsi sekitar 6.000 kalori per hari, angka yang jauh di atas porsi makan manusia normal.

Mengutip Forbes, bagi mayoritas orang yang bukan atlet, angka 6.000 kalori adalah jumlah yang sangat besar. Sebagai perbandingan, Pedoman Diet Amerika merekomendasikan asupan harian manusia hanya berkisar antara 1.600 hingga 3.000 kalori.

Untuk membakar 6.000 kalori, rata-rata orang harus berlari selama sekitar 6-7,5 jam atau lompat tali selama sekitar 5-6 jam.

Diketahui bahwa, Kebanyakan manusia pada umumnya tidak dapat membakar 6.000 kalori setiap hari. Tetapi Haaland yang berusia 25 tahun, yang pernah mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan, bukanlah manusia biasa.

Lantas, apa saja yang dimakan Haaland hingga menyentuh angka 6.000 kalori?

Pemain Manchester City ini diketahui menerapkan konsep diet leluhur (ancestral diet). Sebaliknya, diet ini mengutamakan makanan utuh (whole foods) yang alami dan bersumber lokal. Pola makan ini menghindari makanan modern pasca-Revolusi Industri seperti makanan ultra-olahan, gula rafinasi, minyak biji industri, dan suplemen kimia.

Salah satu prinsip ekstrem yang dijalani Haaland adalah filosofi makan “dari hidung hingga ekor” (nose-to-tail eating), yaitu mengonsumsi seluruh bagian hewan untuk memaksimalkan variasi nutrisi.

Sementara itu, Melalui film dokumenter pada 2022,Haaland: The Big Decision, terungkap bahwa menu harian Haaland secara rutin mencakup :




Secara ilmiah, memilih makanan utuh dan segar jauh lebih baik daripada mengonsumsi makanan olahan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa makanan ultra-olahan berkaitan erat dengan risiko kanker kolorektal, gangguan hormon, peradangan, hingga kematian dini.

Dari sisi nutrisi, jeroan yang dikonsumsi Haaland (seperti jantung, hati, ginjal, hingga sumsum tulang) sebenarnya kaya akan zat besi, protein, asam alfa-lipoat, serta mineral penting seperti magnesium, seng, dan selenium. Jeroan ikut menjadi sumber vitamin larut lemak (A, D, E, dan K) yang sangat baik dan sering kali lebih ekonomis dibanding potongan daging premium seperti steak.

Meski berdampak positif bagi Haaland, diet kaya jeroan ini menyimpan risiko kesehatan yang signifikan jika ditiru oleh sembarangan orang:

Tak hanya itu, 1. Tinggi Kolesterol dan Lemak Jenuh: Kadar lemak jenuh pada jeroan jauh lebih tinggi daripada daging tanpa lemak, yang bisa memicu penyakit kardiovaskular.

2. Khusus wanita hamil, kelebihan vitamin A bahkan bisa memicu cacat lahir pada janin. Keracunan Zat Besi dan Vitamin A: Konsumsi berlebih dapat menyebabkan gangguan kelebihan zat besi.

3. Memicu Asam Urat: Jeroan mengandung purin dalam jumlah tinggi yang dapat langsung memicu serangan nyeri asam urat.

4. Risiko Penyakit Kronis Lain: Beberapa penelitian awal mengaitkan konsumsi jeroan dengan risiko lebih tinggi terhadap penyakit hati berlemak non-alkoholik (fatty liver) dan kanker kandung kemih.

Perlu diketahui, Di samping itu, diet leluhur yang terlalu kaku kerap kali melupakan bahwa manusia purba memiliki harapan hidup yang jauh lebih pendek dan sering mengalami kekurangan nutrisi, seperti penyakit kudis akibat minimnya asupan serat dan vitamin tertentu dari biji-bijian.

Perlu diingat, apa yang berhasil untuk seorang megabintang sepak bola dengan kebutuhan fisik raksasa seperti Erling Haaland belum tentu cocok untuk tubuh Anda. Jika ingin mengadopsi pola makan sehat, tetaplah menjaga keseimbangan nutrisi, batasi lemak jenuh, dan sesuaikan jumlah kalori dengan aktivitas harian Anda.

Baca Juga:

Leave a Comment