Intip Penampakan Terminal 5 Changi Singapura, Kapasitas 140 Juta Orang
Bandara Changi memastikan pembangunan Terminal 5 tetap sesuai proyeksi. Kapasitas bandara akan naik menjadi 140 juta penumpang per tahun saat beroperasi.
Singapura kini hendak memperbesar Bandara Internasional Changi. Operator bahkan tengah membangun Terminal 5, yang kemungkinan beroperasi 2030. Pihak bandara bahkan memastikan proyeksi pertumbuhan jumlah penumpang sejalan dengan kapasitas tambahan, meski ada ketidakpastian geopolitik global terutama Timur Tengah. (Dok. changiairport)
Dilansir Channel News Asia (CNA), Rabu (15/7/2026), Executive Vice President Air Hub and Cargo Development Changi Airport Group, Lim Ching Kiat, mengatakan rencana pengembangan bandara masih berada di jalur yang tepat. Menurutnya, kapasitas yang sedang dibangun telah disesuaikan dengan proyeksi pertumbuhan permintaan penumpang dalam jangka panjang, meski akan ada pasang surut dalam waktu dekat. (Dok. changiairport)
Terminal 5 akan meningkatkan kapasitas Bandara Changi lebih dari 55%, dari sekitar 90 juta menjadi 140 juta penumpang per tahun. Lim menegaskan Singapura tidak bisa bersikap terlalu konservatif dalam memperkirakan kebutuhan kapasitas karena peran bandara sangat penting bagi sektor pariwisata, perdagangan, dan logistik negara tersebut. changiairport) (Dok.
Diketahui bahwa, Pernyataan itu muncul setelah sejumlah anggota parlemen dari Workers’ Party mempertanyakan ketergantungan Singapura terhadap proyek masif seperti Terminal 5. Namun, Lim menilai teknologi tersebut justru dapat menguntungkan Changi dengan membuka lebih banyak rute penerbangan langsung, seperti layanan non-stop Singapore Airlines ke New York. (Dok. changiairport) Mereka turut menilai perkembangan pesawat jarak jauh berpotensi mengurangi peran bandara transit.
Selain ekspansi fisik, Changi juga terus memperluas penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi. Salah satunya melalui sistem Aircraft 360 yang memanfaatkan AI dan analisis video untuk memantau proses persiapan keberangkatan pesawat serta mendeteksi potensi keterlambatan lebih dini. Operator bandara juga mengembangkan otomatisasi penanganan bagasi dan penggunaan kendaraan otonom di area bandara. (Dok. changiairport)
Ke depan, Changi menargetkan melayani 200 kota pada pertengahan 2030-an, naik dari sekitar 170 kota saat ini. (Dok. Pertumbuhan rute baru diperkirakan berasal dari kota-kota sekunder di Asia, seperti Banda Aceh di Indonesia, Alor Setar di Malaysia, Haiphong di Vietnam, Jaipur di India, hingga Tashkent di Uzbekistan. changiairport)
Menurut Lim, konflik di Timur Tengah juga menegaskan pentingnya diversifikasi rute dan mitra penerbangan agar bandara tetap tangguh menghadapi berbagai gangguan global. (Dok. changiairport)
Baca Juga:




