15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Jangan Abaikan Tandanya, Ini 5 Penyebab Anak Telat Bicara
Kesehatan

Jangan Abaikan Tandanya, Ini 5 Penyebab Anak Telat Bicara

admin Juli 15, 2026 3 min read

Mendengarkan kata-kata pertama yang keluar darianakmerupakan salah satu hal yang amat ditunggu-tunggu olehorang tua. Namun terkadang, orang tua dibuat khawatir karena buah hatinya tak kunjung menyebutkan sepatah kata. Ada beberapa penyebab anak telat bicara yang wajib diketahui orang tua.

Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keterlambatan bicara pada anak. Dengan mengetahui penyebab anak telat bicara, orang tua dapat mengambil langkah tepat untuk mengatasi masalah keterlambatan bicara pada anak ini.

Berdasarkan lamanAlmoosa Health, keterlambatan berbicara anak sudah dapat dilihat mulai usia 6 bulan. Orang tua wajib curiga jika pada usia ini anak sulit atau tidak dapat melakukan kontak mata pada saat dipanggil.

Gejala telat bicara ini mulai terlihat jelas pada saat memasuki usia 12 bulan. Selain tidak merespons saat dipanggil, anak biasanya juga tidak bergumam seperti, “Dadaa” atau tidak memberikan isyarat apa pun untuk mengekspresikan sesuatu, seperti menggelengkan kepala atau melambaikan tangan.

Diketahui bahwa, Dikutip dari berbagai sumber, berikut ini lima penyebab anak telat bicara yang wajib diwaspadai oleh orang tua.

Salah satu penyebab anak telat bicara, yakni terjadinya masalah pada mulut. Terdapat beberapa masalah pada mulut yang dapat menyebabkan anak menjadi sulit atau telat bicara.

Gangguan pada mulut itu dapat berupa masalah pada langit-langit mulut (palatum), lidah, atau atau frenulum linguae yang terlalu pendek. Hal ini bisa menghambat gerakan lidah dan menyebabkan anak telat bicara.

Orang tua mungkin masih belum banyak yang menyadari jika terdapat korelasi antara pendengaran dan kemampuan berbicara pada anak. Pada saat anak-anak tidak dapat atau kesulitan dalam mendengarkan kata-kata karena masalah pendengaran, hal ini akan memengaruhi kemampuan bicaranya.




Sementara itu, Kesulitan mendengar membuat seorang anak sukar mendengarkan kata-kata atau bunyi-bunyian dengan bagus untuk dapat mengulanginya. Hal ini membuat anak menjadi kesulitan untuk dapat mengucapkan kosakata, nada, atau artikulasi dengan positif karena otak anak tidak dapat mengenali sebuah bunyi dengan benar.

Pada saat anak kesulitan guna berkomunikasi dan berinteraksi sosial dengan baik, besar kemungkinan anak tersebut menderita autisme. Pada anak yang menderita sindrom autisme, ia rencananya mengalami keterlambatan pada kemampuannya dalam berbahasa secara ekspresif. Orang tua wajib segera membawa ke dokter untuk memperoleh pengobatan yang baik.

Kemungkinan telat bicara berikutnya, yakni karena anak mengalami afasia. Afasia merupakan kerusakan yang terjadi pada bagian sisi kiri otak yang berfungsi untuk mengatur pemahaman bahasa dan ekspresi pada anak.

Pada anak yang menderita afasia, mereka akan mengalami kesulitan bicara, menulis, atau mendengarkan dengan baik. Anak dengan gangguan ini akan mengalami kesulitan mengekspresikan kata-kata, sehingga tidak dapat mengetahui apa yang diucapkan oleh orang lain.

Tak hanya itu, Anak yang menderita apraksia bicara kemungkinan juga akan mengalami keterlambatan berbicara. Apraksia bicara terjadi karena otak mengalami kesulitan untuk mengirimkan perintah tepat pada mulut untuk menghasilkan kata-kata yang tepat, meskipun mereka mengetahui apa yang ingin diucapkan.

Apraksia bicara ini dapat disebabkan oleh dua hal. Selain faktor bawaan, apraksia bicara ini juga bisa muncul karena anak tersebut pernah mengalami cedera otak yang cukup serius, termasuk karena tumor.

Setidaknya ada lima penyebab anak telat bicara yang dapat dijadikan referensi bagi orang tua. Jika Anda menemukan tanda-tanda anak telat bicara, segeralah cari bantuan tenaga profesional, seperti dokter spesialis anak.

Baca Juga:

Leave a Comment