Perang Dua Orang Terkaya Dunia Jadi Sorotan, Saling Teriak Penipu
Jakarta, CNBC Indonesia -Perseteruan dua tokoh besar industri kecerdasan buatan (AI), Elon Musk dan CEO OpenAI Sam Altman, kembali memanas. Keduanya saling melontarkan sindiran di platform media sosial X milik Musk.
Perselisihan terbaru bermula ketika Musk mengunggah ulang sebuah unggahan lama yang menyindir Altman. Ia menambahkan keterangan bernada tajam, “Scam Altman is super good at scamming” atau “Scam Altman sangat jago melakukan penipuan.”
Tak berhenti di situ, Musk juga membagikan ulang unggahan dari akun DogeDesigner yang menyebut Altman membawa aksi penipuan ke level baru. Unggahan tersebut langsung viral dan ditonton jutaan kali di X.
Altman kemudian membalas sindiran tersebut. Ia menyasar ambisi besar Musk di sektor luar angkasa.
Diketahui bahwa, “Teman, justru kamu yang menjual mimpi soal pusat data luar angkasa jangka pendek kepada investor pasar publik,” tulisnya.
Hingga kini Musk belum memberikan tanggapan lanjutan atas komentar Altman. Namun, saling sindir keduanya memicu perdebatan luas di X maupun media sosial lainnya.
Altman bahkan kembali menyentil Musk sambil mempromosikan model AI terbaru OpenAI. Menurutnya, sejumlah tolok ukur menunjukkan GPT-5.6 SOL saat ini merupakan model AI terbaik di dunia.
“Ada banyak benchmark yang menunjukkan 5.6 SOL adalah model terbaik di dunia saat ini. Namun cara paling dapat dipercaya untuk mengetahuinya adalah Elon kembali terobsesi dengan saya,” kata Altman.
Sementara itu, Komentar Altman merujuk pada ambisi Musk membangun pusat data AI di luar angkasa. Gagasan tersebut kembali menjadi sorotan setelah SpaceX mencatat berbagai pencapaian dalam pengembangan teknologi roket.
Sejumlah laporan menyebut valuasi fantastis perusahaan-perusahaan Musk didorong oleh visi jangka panjang untuk membangun koloni mandiri berisi satu juta orang di Mars serta menempatkan pusat data di orbit Bumi.
Menjelang penawaran saham perdana (IPO) SpaceX yang memecahkan rekor pekan lalu, perusahaan dilaporkan memasukkan rencana pembangunan pusat data orbital dalam dokumen untuk investor.
Rencana itu ikut memicu optimisme terhadap masa depan perusahaan dan disebut berkontribusi menjadikan Musk sebagai triliuner pertama di dunia.
Tak hanya itu, Meski demikian, realisasi proyek tersebut masih bergantung pada keberhasilan operasional roket Starship. Jika Starship benar-benar beroperasi penuh tahun depan seperti yang diproyeksikan Musk, biaya peluncuran bisa turun drastis sehingga membuka peluang pembangunan infrastruktur di luar angkasa menjadi lebih layak secara ekonomi.
Di sisi lain, sejumlah analis menilai biaya pembangunan pusat data AI di Bumi akan terus meningkat akibat keterbatasan pasokan listrik, lahan, dan infrastruktur. Kondisi itu dinilai dapat membuat pusat data di orbit menjadi lebih menarik dalam jangka panjang.
Namun, banyak pihak masih meragukan kelayakan maupun jadwal realisasi ambisi besar Musk tersebut. Sindiran Altman dinilai mengacu pada skeptisisme yang berkembang terhadap proyek infrastruktur luar angkasa itu.
Perang komentar terbaru ini terjadi beberapa bulan setelah pengadilan memenangkan Sam Altman dalam sengketa hukumnya melawan Elon Musk.
Perlu diketahui, Gugatan tersebut berkaitan dengan perubahan struktur OpenAI dari organisasi nirlaba menjadi perusahaan yang berorientasi bisnis. Musk menuding OpenAI di bawah kepemimpinan Sam Altman dan Greg Brockman telah meninggalkan misi awal perusahaan dengan lebih mengutamakan kepentingan komersial dibanding mengembangkan AI untuk kepentingan umat manusia.
Melalui gugatan itu, Musk meminta pengadilan membatalkan restrukturisasi OpenAI, mencopot Altman dan Brockman dari posisi pimpinan, serta mengalihkan aset dari entitas bisnis OpenAI kembali ke organisasi nirlabanya.
Sebagai informasi, Musk merupakan orang terkaya di dunia dengan harta diestimasikan sebesar US$865,5 miliar (Rp15.693 triliun). Sementara itu, Altman turut masuk jejeran orang terkaya, meski hartanya jauh di bawah Musk, yakni US$3,4 miliar (Rp61 triliun).
Baca Juga:




