Basuki Ungkap Kabar Terbaru soal IKN, Begini Kondisinya
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN)Basuki Hadimuljonomengungkapkan 170 proyek diIKNmengutamakan kualitas, baik yang sudah rampung maupun masih pembangunan. Hal itu dilakukan untuk menjamin keselamatan penghuni, efisiensi energi, mendukung ekonomi jangka panjang dan manfaat lain.
“Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) selalu kami perketat guna meminimalisir kecelakaan kerja. Kecelakaan bisa saja terjadi kapan saja, maka antisipasi dan kewaspadaan harus diutamakan,” ujar Basuki di Nusantara, Kamis (15/7) sebagaimana dilansir dariAntara.
Ia mengklaim pihaknya bergerak cepat agar target proyek rampung di 2028 bisa tercapai. Meskipun begitu, percepatan tetap dilakukan secara aman dan nyaman dengan mengacu pada tiga pilar pembangunan seperti kualitas, estetika dan lingkungan keberlanjutan.
Untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan sesuai target, OIKN secara rutin memantau dan evaluasi bersama swasta/investor, kementerian/lembaga, penyedia jasa konstruksi, penyedia jasa konsultan konstruksi serta manajemen konstruksi induk.
Diketahui bahwa, Ia juga mengatakan, pembangunan IKN didukung melalui beberapa skema pembiayaan, yaitu dukungan APBN yang dilaksanakan oleh Kementerian, APBN yang dilaksanakan melalui mekanisme Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), dan murni investasi swasta.
“Untuk pembangunan yang didanai APBN tidak hanya dilaksanakan oleh OIKN, tetapi juga didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum serta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman,” katanya.
Rincian 170 proyek yakni dari APBN yang dikelola OIKN terdapat 40 proyek fisik, dengan rincian sembilan paket telah selesai pada 2025, 15 paket dalam tahap konstruksi, dan 16 paket dalam tahap persiapan lelang.
Paket-paket yang masih dalam proses konstruksi meliputi pembangunan gedung perkantoran dan kawasan yudikatif dan legislatif, jaringan jalan, embung, hingga kolam retensi serta jaringan perpipaan air minum sebagai bagian dari sistem pengelolaan air minum dan penyediaan layanan dasar perkotaan di IKN.
Sementara itu, Kemudian Kementerian Pekerjaan Umum menangani 90 paket pekerjaan fisik, menggunakan rincian 78 paket telah selesai dan 12 paket masih dalam proses konstruksi. Beberapa proyek strategis yang sedang berjalan antara lain pembangunan Jalan Tol IKN, duplikasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek, serta sejumlah jalan pendukung lainnya.
Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengelola 12 paket pembangunan. Ada 11 paket telah selesai dan satu paket dalam tahap konstruksi, yaitu pembangunan rumah susun bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang direlokasi guna mendukung penataan kawasan dalam rangka pembangunan IKN.
Dari skema investasi swasta ada 15 proyek. Dari jumlah tersebut, sembilan proyek telah selesai dibangun, sementara enam proyek memasuki tahap konstruksi. Hingga kini ada 67 pelaku usaha telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS).
Sejumlah proyek tersebut di antaranya Kampus Universitas Gunadarma Nusantara, Rumah Sakit Abdi Waluyo, Teras by Plataran, Apartemen PT Star Bright International Investment, Kawasan Campuran PT Fajar Maju Karya Gemilang, dan Apartemen PT Dian Jaya Indonesia.
Tak hanya itu, “Sementara yang melalui skema KPBU, terdapat 13 proyek prakarsa, yang terdiri atas 7 sektor hunian dan enam sektor jalan. Dalam waktu dekat, skema ini akan memasuki tahap pembangunan 108 unit rumah tapak yang diprakarsai PT Intiland Development Tbk, kemudian delapan menara rumah susun yang diprakarsai PT Nindya Karya,” ujar Basuki.
Baca Juga:




