16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Pertamina Patra Niaga Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Medan
Ekonomi

Pertamina Patra Niaga Ungkap Penyebab Kelangkaan BBM di Medan

admin Juli 16, 2026 3 min read

Wakil Direktur Utama PTPertaminaPatra Niaga Taufik Aditiyawarman mengungkap penyebab kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah daerah di Sumatra, satu di antaranyaMedan.

Menurut dia, kondisi stok BBM dan LPG nasional saat ini sebenarnya masih terkendali dan mencukupi guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun, dalam beberapa waktu terakhir terjadi antrean dan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying di sejumlah wilayah Sumatra.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh pergeseran konsumsi ke BBM subsidi, yakni Pertalite dan Solar.

Hal ini disampaikan Taufik dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

Diketahui bahwa, “Kami menyadari serta bahwa pada beberapa waktu terakhir masih terjadi antrean dan pembelian secara berlebihan ataupanic buyingdi beberapa wilayah di Sumatra secara umum, yang juga dipengaruhi oleh kenaikan ataupun shifting dari konsumsi BBM kepada BBM subsidi, yaitu pertalite dan solar, dan serta mungkin adanya lagging dalam distribusi guna merespon peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut ke lembaga penyalur,” ujarnya.

Ia mengatakan peningkatan volume penyerapan BBM bersubsidi tersebut membuat distribusi ke sejumlah lembaga penyalur mengalami keterlambatan dalam merespons kebutuhan di lapangan.

Atas kondisi tersebut, ia mewakili Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak antrean dan pembelian panik BBM di Sumatra.

“Atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat, kami menyampaikan permohonan maaf,” ujar Taufik.

Sementara itu, Untuk mempercepat normalisasi kondisi, Pertamina Patra Niaga melakukan sejumlah langkah seperti menambah pasokan dan mengatur pola distribusi BBM.

Langkah tersebut dilakukan dengan menambah armada, memperpanjang jam operasional SPBU, serta mempercepat penyaluran dari depo menuju SPBU.




“Kemudian juga tentunya koordinasi dengan Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) setempat untuk mengkoordinasi, mempercepat normalisasi kondisi di lapangan,” ujar Taufik.

Sebelumnya saat ditemui di tempat sama, Wakil Menteri (Wamen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengungkap antrean panjang di sejumlah SPBU di Indonesia bukan disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).

Tak hanya itu, Menurut wakil Bahlil Lahadalia itu ketersediaan BBM di Indonesia saat ini masih aman. Bahkan, stok BBM disebut lebih dari cukup.

“Stok aman, lebih dari cukup,” kata Yuliot ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

Meski memastikan stok BBM dalam kondisi aman, Yuliot mengatakan pemerintah tetap mengevaluasi ketersediaan BBM di seluruh wilayah Indonesia.

Kementerian ESDM sudah meminta Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) mengecek kondisi ketersediaan BBM di lapangan.

Perlu diketahui, “Saya dari Kementerian ESDM sudah minta Kepala BPH Migas untuk melakukan pengecekan bersama PT Pertamina, apa permasalahan yang ada di lapangan,” ujar Yuliot.

Pemerintah antara lain mengecek ketersediaan BBM di terminal terpadu. Yuliot mengatakan proses pengiriman BBM dari terminal dimaksud relatif berjalan lancar.

Selanjutnya, pemerintah juga mengevaluasi proses distribusi dari terminal terpadu menuju SPBU, termasuk kemungkinan adanya hambatan transportasi.

Ia mengatakan tim telah diturunkan ke lapangan untuk mengecek dan menangani persoalan tersebut.

Baca Juga:

Leave a Comment