Ternyata Ini Penyebab Utama Harga Tiket Pesawat Mahal, Tak Cuma Avtur
Jakarta, CNBC Indonesia -Kementerian Perhubungan mengungkapkan harga tiket pesawat yang masih tinggi bukan sepenuhnya dipengaruhi kenaikan harga avtur. Keterbatasan jumlah pesawat yang beroperasi hingga pelemahan nilai tukar rupiah masih menjadi faktor lain yang menekan biaya operasional maskapai.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Lukman F. Laisa menjelaskan kondisi armada penerbangan nasional hingga kini belum sepenuhnya pulih seperti sebelum pandemi Covid-19. Dampaknya, kapasitas angkut maskapai belum mampu mengejar permintaan di sejumlah rute.
“Saat ini kalau kita bandingkan dengan sebelum pandemi jumlah pesawat itu hampir 600. Kita memang ada 563 pesawat tetapi yang serviceable saat ini hanya 388,” kata Lukman dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi V DPR RI, Kamis (16/7/2026).
Keterbatasan armada membuat keseimbangan antara pasokan dan permintaan belum kembali normal. Di sisi lain, maskapai juga menghadapi tekanan biaya akibat fluktuasi kurs dan kenaikan harga avtur sehingga ruang untuk menahan kenaikan tarif semakin sempit.
Diketahui bahwa, “Memang tiket mahal ini mungkin terkait dengan jumlah pesawat. Kemudian ketika terjadi perbedaan kurs yang signifikan dan juga kenaikan avtur yang begitu signifikan memang menjadi berat buat airline untuk tidak menaikkan,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah mengaku terus mencari jalan keluar agar tarif penerbangan tetap terjangkau. Salah satu langkah yang ditempuh ialah mengevaluasi ketentuan tarif batas atas (TBA) bersama berbagai pemangku kepentingan sebelum diterapkan dalam aturan baru.
“TBA ini sudah kita evaluasi, sudah dibahas dengan YLKI, INACA, Menko, bahkan sudah mendapat persetujuan dari Presiden. Saat ini sedang kita proses perubahan PM 20 maupun KM 106,” kata Lukman.
Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memberikan keseimbangan antara keberlangsungan usaha maskapai dan kemampuan masyarakat dalam membeli tiket pesawat.
Sementara itu, “Ketika kita menaikkan pun dengan segala macam upaya airline belum tentu turut masyarakat mau naik,” ujarnya.
Baca Juga:



