9 Efek Buruk Begadang terhadap Tubuh dan Cara Menguranginya
Begadang seakan sudah menjadi kebiasaan yang lumrah bagi banyak orang. Faktor pekerjaan, insomnia, bahkan menonton pertandingan bola, sering kali membuat tidur sampai larut malam.
Meski sesekali tidur larut mungkin tidak menimbulkan masalah serius, kebiasaanbegadangyang dilakukan berulang kali lama-lama juga berdampak padakesehatan.
Begadang sesekali mungkin tidak langsung menimbulkan masalah. Namun, jika menjadi kebiasaan, kurang tidur dapat memengaruhi hampir seluruh organ tubuh.
Saat tidur, tubuh sebenarnya sedang menjalani proses penting, mulai dari memperbaiki sel yang rusak, menyeimbangkan hormon, hingga memperkuat sistem kekebalan tubuh. Ketika waktu istirahat tidak terpenuhi, proses-proses tersebut ikut terganggu.
Diketahui bahwa, Berikut beberapa efek begadang terhadap kesehatan yang perlu diwaspadai.
Melansir dari situsHealthline, salah satu efek begadang terhadap tubuh adalah otak bekerja kurang optimal. Akibatnya, kamu akan lebih sulit berkonsentrasi, mengingat informasi, dan mengambil keputusan.
Begadang juga dapat memperlambat respons tubuh sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara atau bekerja. Pada kondisi tertentu, seseorang bahkan bisa mengalami microsleep, yaitu tertidur selama beberapa detik tanpa disadari.
Saat tidur, tubuh memproduksi berbagai zat yang membantu melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Di samping itu, proses pemulihan saat sakit juga bisa berlangsung lebih lama. Jika waktu tidur tidak cukup, sistem imun menjadi lebih lemah sehingga tubuh lebih mudah terserang flu, batuk, atau infeksi lainnya.
Sementara itu, Begadang ternyata juga dapat memengaruhi hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur membuat tubuh menghasilkan lebih banyak hormon pemicu rasa lapar, sementara hormon yang memberi sinyal kenyang justru menurun.
Akibatnya, kamu cenderung lebih sering lapar, terutama pada malam hari, sehingga risiko makan berlebihan meningkat. Jika terus terjadi, berat badan pun lebih mudah naik.
Kurang tidur dapat mengganggu kerja insulin, yaitu hormon yang membantu mengontrol kadar gula darah. Kondisi ini membuat tubuh lebih sulit menggunakan gula sebagai sumber energi sehingga risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2 menjadi lebih tinggi.
Tidur yang cukup berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah. Sebaliknya, kebiasaan begadang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, penyakit jantung, serangan jantung, hingga stroke.
Tak hanya itu, Karena itu, tidur cukup menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.
Kurang tidur dapat memengaruhi proses pencernaan. Sebagian orang menjadi lebih sering mengalami gangguan lambung, perut terasa tidak nyaman, atau asam lambung meningkat setelah sering begadang.
Kebiasaan mengonsumsi camilan pada malam hari juga dapat memperburuk kondisi tersebut.
Situs Vinmec menambahkan bahwa begadang membuat kulit terlihat kusam. Saat tidur, kulit melakukan proses regenerasi.
Perlu diketahui, Jika sering begadang, proses ini terganggu sehingga kulit tampak kusam, lebih kering, muncul jerawat, serta garis halus lebih cepat terlihat. Kurang tidur juga membuat muncul lingkaran hitam dan kantung mata yang membuat wajah terlihat lelah.
Begadang sering kali disertai penggunaan ponsel atau komputer dalam waktu lama. Dalam jangka panjang, kesehatan mata turut bisa terganggu. Kondisi ini membuat mata bekerja lebih keras sehingga terasa kering, perih, dan mudah lelah.
Kurang tidur tidak hanya memengaruhi kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental. Orang yang sering begadang lebih mudah merasa stres, cemas, mudah marah, dan sulit mengendalikan emosi. Kreativitas serta kemampuan menyelesaikan masalah juga dapat menurun.
Jika memang harus begadang sesekali, usahakan segera kembali ke pola tidur yang normal. Selain itu, lakukan beberapa langkah berikut:
Baca Juga:




