14 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Bapanas Beber Harga Ayam dan Telur Pulih Imbas MBG-Berakhirnya Suro
Ekonomi

Bapanas Beber Harga Ayam dan Telur Pulih Imbas MBG-Berakhirnya Suro

admin Juli 14, 2026 2 min read

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatatharga ayamdan telur di tingkat peternak kembali naik karena program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berakhirnya Bulan Suro (bulan pertama kalender Jawa).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawamenilai dengan berakhirnya Bulan Suro dan berjalannya kembali MBG yang sempat terhenti saat libur sekolah, permintaan kedua komoditas tersebut mulai pulih.

“Kalau dari data kami, dan kami nanya juga teman-teman peternak, relatif sudah mulai merangkak. Jadi MBG tentu ada pengaruhnya. Kemudian sebenarnya bulan Suro itu juga pengaruh besar,” ujar Ketut saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa (14/7).

Kemudian, ia menjelaskan selama Suro permintaan ayam dan telur cenderung menurun karena kegiatan hajatan (nikah) berkurang. Dengan begitu, harga kedua komoditas tersebut menurun di tingkat peternak.

Diketahui bahwa, Namun, ketika periode tersebut berakhir bersamaan dengan program MBG yang telah dimulai kembali, maka permintaan kembali meningkat.




“Karena bulan kemarin itu relatif bulan Suro, pada akhirnya acara-acara mantenan dan lain sebagainya kan terhenti, sehingga permintaan terkait dengan ayam dan telur itu relatif menurun, sehingga harga terdepresiasi,” jelas Ketut.

“Nah, dengan melewati bulan Suro, sekaligus juga mulai masuk anak sekolah, MBG sudah mulai, ini (harga di tingkat peternak) merangkak, sudah mulai bagus,” lanjutnya.

Ketut menyebutkan saat ini harga telur di tingkat peternak sekitar Rp20 ribu-Rp21 ribu per kg, sedangkan harga ayam sekitar Rp19 ribu-Rp20 ribu per kg.

Sementara itu, “Sekarang ayam sekitar Rp19-20 ribu. Hampir mirip-mirip. Tapi sekali lagi dengan mulainya MBG, kemudian melewati bulan Suro, ini krusial banget, cuman di Jawa. Nah karena ini sudah dilewati, tentu harga akan mulai terkoreksi positif bagi peternak kita,” pungkas Ketut.

Baca Juga:

Leave a Comment