Bedah Kekuatan Ekonomi 4 Semifinalis Piala Dunia: Siapa Paling Tajir?
Jakarta, CNBC Indonesia- Piala Dunia 2026 sudah memasuki babak semifinal. Empat negara tersisa, yakni Argentina, Inggris, Spanyol, dan Prancis, akan berebut tiket menuju partai puncak.
Laga semifinal akan dibuka dengan pertandingan antara Prancis melawan Spanyol pada Rabu (15/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB. Yang kemudian dilanjutkan laga berikutnya antara Inggris melawan Argentian yang akan di gelar pada Kamis (16/7/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.
Di atas lapangan, keempatnya punya cerita besar. Argentina datang sebagai juara bertahan, Prancis masih menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola dunia, Spanyol kembali tampil meyakinkan, sementara Inggris mencoba mengakhiri penantian panjang untuk kembali menjadi juara dunia.
Namun, menarik juga melihat kekuatan mereka dari sisi ekonomi. Di balik persaingan sepak bola, empat semifinalis ini punya kondisi ekonomi yang amat berbeda.
Diketahui bahwa, Ada negara dengan pendapatan per kapita tinggi, tetapi pertumbuhannya lambat. Ada ikut negara yang masih dibayangi inflasi sangat tinggi, meski pertumbuhan ekonominya cukup kuat. Ada negara yang ekonominya tumbuh paling kencang, tetapi penganggurannya masih tinggi.
Berikut perbandingan indikator ekonomi Argentina, Prancis, Inggris, dan Spanyol.
Argentina datang ke semifinal serta status sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia. Namun, dari sisi ekonomi, negara ini masih menghadapi tantangan besar.
Dari sisi ukuran ekonomi, PDB nominal Argentina mencapai US$683,1 miliar. Nilai ini menjadi yang paling kecil dibanding tiga semifinalis lain.
Sementara itu, PDB per kapita Argentina tercatat sebesar US$26.772. Angka ini lebih terbatas dibanding Inggris dan Prancis, serta sedikit di bawah Spanyol.
Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Argentina masih mampu tumbuh 2,3% yoy pada kuartal I-2026. Capaian ini lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 1,7% dan lebih cepat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 2,1%.
Kinerja itu membuat Argentina terlihat cukup kuat dari sisi pertumbuhan.
Namun, persoalan terbesar Argentina tetap ada pada inflasi. Inflasi tahunan negara tersebut mencapai 33,2% yoy pada Mei 2026, jauh lebih tinggi dibanding tiga semifinalis lain.
Tak hanya itu, Tekanan harga sebesar ini bisa menekan daya beli masyarakat dan membuat pemulihan ekonomi berjalan lebih berat.
Struktur pertumbuhan Argentina juga masih banyak ditopang sektor berbasis komoditas, seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan pertambangan. Sektor-sektor ini menjadi penopang penting, tetapi juga membuat ekonomi Argentina cukup sensitif terhadap perubahan harga komoditas global.
Prancis tampil sebagai salah satu semifinalis dengan profil ekonomi maju.
Secara nominal, PDB Prancis mencapai US$3.366,32 miliar. Angka ini menempatkan Prancis sebagai ekonomi terbesar kedua di antara empat semifinalis, di bawah Inggris.
Perlu diketahui, Dari sisi pertumbuhan, ekonomi Prancis bergerak lambat. PDB hanya tumbuh 0,9% yoy, sama seperti Inggris. Ini memperlihatkan ekonomi Prancis masih belum berlari kencang.
Sisi positif Prancis terlihat dari inflasi. Inflasi tahunan hanya 1,8% yoy, paling rendah di antara empat semifinalis. Tekanan harga yang lebih terkendali memberi ruang lebih nyaman untuk konsumsi rumah tangga dan kebijakan ekonomi.
Namun, tantangan besar datang dari sisi fiskal. Rasio utang terhadap PDB Prancis mencapai 116%, tertinggi dibanding Argentina, Inggris, dan Spanyol. Tingkat pengangguran juga masih cukup tinggi di 8,1%.
Dari sisi sektoral, ekonomi Prancis banyak ditopang jasa, manufaktur, terutama transportasi atau aerospace, serta informasi-komunikasi. Ini menunjukkan basis ekonominya lebih beragam, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan lebih tinggi.
Baca Juga:




