14 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Cara Luruskan Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Ka’bah Juli 2026
Gadget & Tekno

Cara Luruskan Arah Kiblat Saat Matahari Tepat di Atas Ka’bah Juli 2026

admin Juli 14, 2026 3 min read

FenomenaMataharitepat di atasKa’bahakan terjadi pada 15-17 Juli 2026. Waktu ini menjadi momen tepat untuk mengkalibrasi arah kiblat dengan bantuan bayangan Matahari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap, fenomena ini hanya berlaku untuk Indonesia bagian Barat dan Tengah bagian barat. Fenomena ini berlangsung dua kali dalam satu tahun, yakni pada 27-29 Mei pukul 16.18 WIB serta 15-17 Juli pada pukul 16.27 WIB.

Sementara itu, untuk Indonesia bagian Timur dan sebagian Indonesia Tengah bagian timur, penentuan arah kiblat dapat dilakukan saat Matahari di atas antipoda Ka’bah (sebalik arah Ka’bah) yang terjadi setiap 14 Januari pukul 06.30 WIT dan 29 November pukul 06.09 WIT.

“Pengukuran arah kiblat melalui bayangan merupakan salah satu metode penentuan arah kiblat, yaitu ke arah Ka’bah yang digunakan dalam ibadah umat muslim. Peristiwa ini dapat dilakukan ketika posisi Matahari tepat di atas Ka’bah,” ungkap BMKG, dikutip Selasa (14/7).

Diketahui bahwa, Pada saat fenomena ini terjadi, bayangan benda tegak akan langsung mengarah ke kiblat.

Terpisah, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam memanfaatkan fenomena ini guna memastikan kembali ketepatan arah kiblat. Fenomena yang dalam ilmu falak dikenal sebagai Rashdul Qiblat ini merupakan cara mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat.




Menurutnya, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Oleh karena itu, memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan agar ibadah salat semakin sempurna.

Secara astronomis, fenomena Matahari tepat di atas Ka’bah terjadi ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau kecil selisihnya serta lintang geografis Ka’bah yang terletak di 21°25’20,01″LU bersama nilai yang terletak di antara 23°26°’LU dan 23°26°’LS.

Sementara itu, Kata Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hal ini terjadi karena sumbu rotasi Bumi memiliki kemiringan 66°34′ terhadap bidang edar Bumi atau ekliptika, pada akhirnya mengalami pergerakan semu tahunan yang bervariasi antara -23°26′ hingga +23°26′ terhadap khatulistiwa.

Variasi pergerakan semu tahunan ini dikenal dengan deklinasi Matahari. Artinya, ketika deklinasi Matahari bernilai sama atau selisihnya kecil dengan lintang geografis pengamat, maka Matahari akan terlihat berada tepat di atas kepala pengamat saat tengah hari.

Sebelum melakukan pengukuran, siapkan peralatan seperti tongkat atau tiang lurus, jam presisi, serta kompas atau GPS. Kemudian, langit harus cerah dan tidak berawan agar sinar Matahari dapat membentuk bayangan dengan jelas.

Pengukuran turut harus dilakukan pada permukaan rata atau datar. Selain itu, pastikan juga lokasi bebas dari bayangan benda lain di sekitar alat yang digunakan. Berikut cara mengukur arah kiblat menggunakan bayangan Matahari:

Baca Juga:

Leave a Comment