Semakin Sedikit yang Beli LCGC
Segmen mobil harga terjangkau dan ramah lingkungan (Low Cost Green Car/LCGC) nampaknya belum dapat keluar dari tekanan pasar pada semester pertama tahun ini. Penjualan segmen mobil BBM harga termurah itu terkoreksi nyaris 20 persen dari tahun lalu di semester pertama 2026.
Mengutip data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi mobil-mobil LCGC pada enam bulan pertama 2026 berjumlah 55.506 unit.
Angka itu turun 18,4 persen dari Januari-Juni 2025 sebanyak 68.038 unit.
Penurunan itu juga sejalan dengan menyusutnya produksi lima model LCGC buatan Honda, Toyota, dan Daihatsu.
Diketahui bahwa, Menurut Gaikindo, produksi mobil LCGC di Indonesia turun 15 persen pada Januari-Juni 2026 menjadi 70.845 unit, sedangkan periode yang sama tahun lalu 83.367 unit.
Meski begitu, segmen lain kendaraan roda empat dan lebih di Indonesia justru meningkat.
Bagi periode yang sama yaitu Januari-Juni 2026 dibanding Januari-Juni 2025, distribusi ke dealer mobil hybrid naik 47 persen menjadi 42.366 unit.
Lalu wholesales PHEV kenaikannya cukup ekstrem, yaitu 187,4 persen menjadi 5.003 unit dan distribusi mobil listrik berbasis baterai tumbuh 80,8 persen menjadi 69.739 unit.
Sementara itu, Untuk model konvensional termasuk kendaraan komersial juga mengalami peningkatan pada periode serupa sebesar 10,2 persen menjadi 263.950 unit.
Sedangkan kenaikan total wholesales nasional untuk mobil penumpang dan komersial pada periode tersebut mencapai 15,9 persen menjadi 436.564 unit, sedangkan retail tumbuh 10,5 persen menjadi 433.848 unit.
Baca Juga:




