15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Studi: Gigi Berlubang di Masa Kecil Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung
Kuliner & Resep

Studi: Gigi Berlubang di Masa Kecil Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

admin Juli 15, 2026 3 min read

Kesehatangigi dan mulutpada masa terbatas ternyata bukan sekadar mengecek gigi susu yang mulai goyah, tetapi juga bisa berdampak pada kesehatan tubuh di masa depan.

Studi terbaru menemukan, anak yang mengalami gigi berlubang berisiko lebih tinggi mengalami masalahjantungketika dewasa. Temuan ini menegaskan kebersihan mulut memiliki hubungan erat dengan kesehatan organ vital lain.

Penelitian yang dilakukan oleh Nikoline Nygaard et al. Berikut ini ulasannya. Kesimpulan utamanya, dampak buruk dari masalah gigi sejak dini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 45 persen. ini dipublikasikan dalamInternational Journal of Cardiologypada April 2026.

Studi yang melibatkan sembilan peneliti dari Denmark dan Inggris ini, melibatkan hampir 569 individu. Para peneliti melakukan analisis data longitudinal dan memantau data para subjek hingga periode 23 tahun. Fokus utamanya, yaitu melihat hubungan antara kesehatan gigi pada masa kanak-kanak dan kemungkinan munculnya penyakit jantung saat dewasa.

Diketahui bahwa, Para peneliti menyoroti, selama ini hubungan antara kesehatan gigi orang dewasa dan penyakit kardiovaskular sudah cukup banyak diteliti. Namun, dampak jangka panjang dari kesehatan mulut pada masa kecil masih relatif jarang dibahas.

Dari analisis tersebut, mereka membandingkan kejadian penyakit jantung, serangan jantung, dan stroke dengan angka gigi berlubang serta gingivitis pada masa kanak-kanak. Hasilnya menunjukkan, kasus gigi berlubang yang parah berkaitan erat dengan meningkatnya kemungkinan penyakit jantung pada laki-laki dan perempuan.

Tidak hanya itu, tingkat gingivitis atau radang gusi yang tinggi juga terbukti memprediksi naiknya risiko penyakit jantung. Makin serius masalah gigi yang dialami saat kecil, makin tinggi pula angka gangguan jantung yang ditemukan di kemudian hari.




Pada perempuan, kondisi gigi berlubang yang tergolong berat dikaitkan dengan kenaikan insiden penyakit kardiovaskular sebesar 45 persen. Adapun pada laki-laki, risikonya meningkat 32 persen.

Sementara itu, Berdasarkan temuan tersebut, para peneliti menyimpulkan kesehatan mulut anak yang buruk, terutama bila gigi berlubang dan gingivitis terus berlangsung atau makin parah, memiliki hubungan jelas dengan meningkatnya risiko penyakit jantung dan stroke.

Adapun hubungan antara kesehatan mulut dan kesehatan jantung bersifat multifaktorial. MengutipThe Healthy, salah satu penjelasan yang sering muncul, yakni adanya bakteri yang masuk ke aliran darah, infeksi pembuluh darah, serta peradangan sistemik kronis.

Faktor lain juga bisa berperan, misalnya kebiasaan menjaga kebersihan diri yang umumnya mencerminkan gaya hidup sehat secara keseluruhan.

Penelitian ini menjadi pengingat penting bagi orang tua untuk menanamkan kebiasaan merawat gigi sejak dini pada anak. Namun bagi orang dewasa, belum terlambat untuk mulai lebih serius menjaga kesehatan mulut demi menekan risiko penyakit jantung.

Tak hanya itu, Mengutip dari lamanCleveland ClinicdanAmerican Dental Association, berikut ini beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan:

Pada akhirnya, mencegah gigi berlubang bukan hanya untuk menjaga kesehatan mulut, tetapi turut berpotensi melindungi jantung dalam jangka panjang. Jadi, mulai perhatikan kesehatan gigi dan mulut Anda sedari sekarang.

Baca Juga:

Leave a Comment