15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Usai Viral ‘Mandi Telur’ di Solo, Peternak Ungkap Ada Kabar Baik Ini
Finance & Uang

Usai Viral ‘Mandi Telur’ di Solo, Peternak Ungkap Ada Kabar Baik Ini

admin Juli 15, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Beberapa waktu lalu beredar aksi protes peternak di Solo, Jawa Tengah, yang mandi telur dan membagikan ayam kepada masyarakat. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap anjloknya harga ayam dan telur di tingkat peternak, sementara biaya produksi, terutama pakan, terus meningkat.

Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) Sugeng Wahyudi membenarkan aksi tersebut merupakan bentuk protes peternak atas kondisi usaha yang semakin berat.

“Betul para peternak di Solo raya mengekspresikan kekecewaan, efek dari rendahnya harga ayam maupun telur, juga naiknya harga pakan, menggunakan cara mandi telur,” ujar Sugeng kepada CNBC Indonesia, Rabu (15/7/2026).

Namun di sisi lain, ia menyebut pemerintah melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian telah mengimbau agar produsen pakan tidak menaikkan harga pakan terlebih dahulu pada bulan ini.

Diketahui bahwa, “Terkait harga pakan, Kementan melalui Ditjen PKH menghimbau untuk bulan ini tidak ada kenaikan harga pakan terlebih dahulu,” katanya.

Di tengah kondisi tersebut, Sugeng menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai memberikan harapan baru bagi industri perunggasan, sebab dapat meningkatkan permintaan ayam dan membantu mengurangi kelebihan pasokan yang selama ini menekan harga di tingkat peternak.

“Jika MBG sudah mulai, pasti ada penambahan demand (permintaan), dan setidaknya mengurangi suplai daging ayam ditengah kelebihan suplai , yang pada gilirannya suplai ayam hidup juga mulai tertangani sehingga keseimbangan supply demand mendekati ideal,” ucap dia.




Sugeng mengungkapkan, harga jual ayam hidup (live bird) di tingkat peternak saat ini trennya sudah mulai mengalami kenaikan, namun masih di bawah harga pokok produksi (HPP).

Sementara itu, “Harga ayam saat ini trennya naik, walaupun belum sampai ke biaya pokok produksi peternak, yang besarannya Rp20.500 (per kg), sedangkan harga saat ini di posisi Rp18.000-Rp19.000 per kg. Artinya tren naik,” bebernya.

Ungkap dia, pemerintah daerah juga mulai bergerak mengoptimalkan penyerapan ayam dari peternak guna kebutuhan MBG. Salah satunya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tentang serapan MBG, pemerintah Provinsi Jabar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan hari ini mengumpulkan satgas MBG untuk dapat menyerap ayam produksi para peternak di Jabar. Artinya, dampak langsung selama ini belum dirasakan, tetapi dampak MBG sudah membantu meningkatkan demand,” ujar dia.

Meski demikian, Sugeng mengingatkan harga ayam hidup saat ini masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP) peternak yang mencapai sekitar Rp20.500 per kg. Harga di tingkat peternak baru berkisar Rp18.000-Rp19.000 per kg sehingga pelaku usaha masih belum menikmati keuntungan.

Tak hanya itu, Di sisi lain, ia juga menyoroti biaya produksi yang masih berpotensi meningkat, terutama akibat fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang dapat mendorong kenaikan harga pakan ternak.

“Ekonomi global, perubahan dolar juga biasanya memacu produsen pakan bagi menaikkan harga jual pakan ternak,” pungkasnya.

Baca Juga:

Leave a Comment