16 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Bahlil: 60 Persen Gas Blok Masela guna Domestik, Sisanya Ekspor
Ekonomi

Bahlil: 60 Persen Gas Blok Masela guna Domestik, Sisanya Ekspor

admin Juli 16, 2026 2 min read

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Bahlil Lahadaliamemastikan mayoritas produksi gas dari Proyek LNG AbadiBlok Maselaakan diprioritaskan demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Proyek gas abadi ini akhirnya memasuki tahap baru melalui pelaksanaan proses peletakan batu pertama atau groundbreaking setelah tertunda selama 28 tahun.

“Gasnya nanti, sesuai arahan Bapak Presiden, minimal 60 persen untuk memenuhi kebutuhan domestik dan maksimal 40 persen untuk ekspor,” ujar Bahlil saat Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada Kamis (16/7).

Ia menjelaskan Blok Masela diproyeksikan menghasilkan sekitar 9,5 juta tonliquefied natural gas(LNG) per tahun serta 35 ribu barel kondensat per hari. Produksi tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan lifting migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Diketahui bahwa, Menurut Bahlil, pasokan gas guna kebutuhan domestik akan dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk berbagai industri strategis yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Misalnya untuk mendukung pengembangan industri hilirisasi pupuk di kawasan Maluku.

“Sebagian kita akan memakai untuk hilirisasi PT Pupuk. Tadi ada Dirut PT Pupuk yang akan membangun industri hilirisasi di sini,” kata Bahlil.




Selain itu, pemerintah juga akan mengalokasikan pasokan gas dari Blok Masela kepada PT PLN (Persero), PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta sejumlah perusahaan swasta.

“Kemudian kita akan menyerahkan sebagian kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Di sisi lain, Bahlil menyebutkan apabila proyek Masela berjalan penuh yang ditargetkan pada 2029-2030, akan memberikan kontribusi langsung hingga US$37,8 miliar atau sekitar Rp680 triliun (asumsi kurs Rp18 ribu per dolar AS) ke pendapatan negara.

Proyek ini juga diperkirakan bakal menciptakan lapangan kerja masif menggunakan perkiraan menyerap 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 800-1.000 tenaga kerja pada saat operasi.

Sementara itu, kontribusi ke perekonomian nasional bisa mencapai sekitar US$137,8 miliar, serta peningkatan Pertumbuhan Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.

“Saya sudah bicara dengan SKK Migas agar pekerjaan-pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal di wilayah ini. Ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan,” pungkasnya.

Baca Juga:

Leave a Comment