Jangan Diabaikan, Ini 5 Tanda Tubuh Sering Terpapar Polusi Udara
Polusi udaramasih menjadi momok yang mengancamkesehatanmasyarakat di banyak kota besar di Indonesia.
Asap kendaraan bermotor hingga emisi industri membuat kualitas udara di waktu-waktu tertentu berada di level yang tidak sehat.
Dilansir dariLiveScience,polusi udara tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan manusia.
Efeknya bisa muncul dalam bentuk keluhan ringan yang sering dianggap sepele hingga gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika paparan terjadi dalam jangka waktu lama dan berulang.
Diketahui bahwa, “Gejala akibat kualitas udara dalam ruangan yang buruk dapat berkisar dari yang ringan, seperti sakit kepala dan kelelahan, hingga yang berat, termasuk asma, kanker paru-paru, serta penurunan harapan hidup secara keseluruhan,” ujar Associate Specialist di bidang penilaian paparan polusi udara dan epidemiologi di UC Irvine, Shahir Masri kepadaLiveScience.
Kualitas udara yang buruk juga dapat dikenali dari tanda seperti bau yang menetap atau partikel berukuran besar yang terlihat melayang di udara.
Meski demikian, tubuh juga dapat memberikan sejumlah sinyal ketika terlalu sering terpapar udara yang tercemar.
Berikut beberapa tanda tubuh yang dapat mengindikasikan Anda terlalu sering terpapar polusi udara.
Sementara itu, Salah satu tanda yang paling umum adalah terjadinya iritasi pada saluran pernapasan. Batuk, bersin, sesak napas, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, mata terasa perih atau berair dapat terjadi ketika tubuh bereaksi terhadap polutan di udara.
Pendiri Haze Environmental asal Inggris, Chloe Fellows mengatakan sebagai respons terhadap polusi, tubuh akan mempersempit saluran napas dan meningkatkan produksi lendir untuk membantu menghalau partikel asing.
“Efek dari paparan langsung terhadap kualitas udara yang buruk mirip dengan efek dari pilek dan penyakit virus lainnya, dan beberapa mungkin muncul segera setelah satu kali paparan, sementara yang lain merupakan akibat dari paparan berulang terhadap polutan,” ujarnya.
Sering mengalami sakit kepala atau merasa pusing? Jangan langsung menyimpulkan kalau penyebabnya adalah kurang tidur. Sebab, berada di tempat dengan udara kotor juga dapat menjadi pemicunya.
Tak hanya itu, CEO Allergy Standards dan peneliti di Indoor Air Innovation & Research Institute John McKeon menjelaskan bahwa paparan karbon monoksida maupun tingginya karbon dioksida di ruang yang minim ventilasi dapat memicu keluhan tersebut.
Di samping itu, sejumlah penelitian juga memperlihatkan bahwa paparan jangka panjang terhadap partikel halus PM2.5 berkaitan bersama meningkatnya risiko migrain.
Sering merasa cepat lelah meski aktivitas tidak terlalu berat juga bisa menjadi salah satu tanda tubuh terlalu sering terpapar polusi udara.
Ketika menghirup udara yang tercemar, sistem pernapasan harus bekerja lebih keras untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi ini dapat membuat tubuh lebih mudah kehabisan energi dan terasa lemas.
Perlu diketahui, MenurutAsthma and Allergy Foundation of America (AAFA), orang yang memiliki riwayat asma atau alergi, kualitas udara yang buruk dapat memperparah gejala yang sudah ada.
Keluhan seperti mengi, sesak napas, hidung meler, bersin terus-menerus, hingga dada terasa berat dapat muncul lebih sering seiring meningkatnya kadar polutan.
Sementara itu, dokter spesialis anak di Children’s Allergy Clinic Inggris, José Costa, menyebut konsentrasi alergen yang tinggi di udara dapat memperburuk gejala alergi, seperti hidung tersumbat, pilek, dan bersin, yang pada sebagian orang bahkan dapat berkembang menjadi asma alergi.
Polusi udara tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi turut dapat berdampak pada kesehatan kulit. Paparan polutan dan berbagai zat cemar dapat mengganggu lapisan pelindung kulit (skin barrier) sehingga kulit menjadi lebih kering, sensitif, terasa gatal, atau gampang kemerahan.
Baca Juga:




