17 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Update Terkini Perang AS-Iran, Hujan Rudal bak “Langit Runtuh”
Finance & Uang

Update Terkini Perang AS-Iran, Hujan Rudal bak “Langit Runtuh”

admin Juli 17, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas setelah kedua negara saling melancarkan serangan sepanjang Kamis (16/7/2026), menandai eskalasi terbesar sejak gencatan senjata yang disepakati bulan lalu mulai goyah.

Ungkap laporanReuters, militer AS mengumumkan telah melancarkan serangan keenam berturut-turut terhadap Iran dengan tujuan “lebih melemahkan kemampuan militer Iran.” Dalam sehari sebelumnya, Washington untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata melancarkan dua gelombang serangan udara besar yang sebagian besar menyasar wilayah pesisir selatan Iran.

Iran membalas serangan dimaksud bersama menembakkan rudal dan drone ke sejumlah pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk pangkalan udara di Yordania yang ungkap Teheran digunakan dalam serangan terhadap rumah sakit kanker anak-anak di Iran.

Sementara itu, Trump pada Rabu menyatakan seorang warga negara AS yang ditahan di Iran telah dibebaskan sebagai “isyarat niat baik” dari Teheran.

Diketahui bahwa, Namun, klaim tersebut langsung dibantah otoritas Iran. Lembaga peradilan Iran menegaskan tidak ada warga negara Amerika yang dibebaskan maupun ditukar dari penjara Iran, sebagaimana dilaporkan media pemerintah.

Pada Kamis malam, serangan AS kembali menghantam Pulau Qeshm dan wilayah sekitar Bandar Abbas, lokasi pelabuhan terbesar Iran sekaligus basis penting Angkatan Laut dan Garda Revolusi yang berada di Selat Hormuz. Kantor beritaMehrmelaporkan beberapa titik di Bandar Abbas ikut menjadi sasaran serangan.

Media Iran juga melaporkan serangan terhadap tiga jembatan, stasiun kereta api di Bandar Khamir, serta Bandara Iranshahr di tenggara Iran. Namun, Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen laporan tersebut.




Eskalasi terbaru turut mengganggu lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia. Iran kembali memperketat blokade di kawasan tersebut, sementara AS memperbarui blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sementara itu, Teheran juga disebut memberi sinyal dapat meminta kelompok Houthi di Yaman menutup Selat Bab al-Mandeb apabila Washington terus menyerang infrastruktur Iran.

Menanggapi situasi tersebut, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan Presiden Trump tidak rencananya tinggal diam menghadapi ancaman terhadap jalur pelayaran internasional.

“Presiden tidak rencananya diam saja dan membiarkan tindakan terorisme aktif ini terjadi di selat tanpa memastikan Iran menanggung konsekuensinya,” ujarnya. Meski demikian, Leavitt menambahkan Trump “selalu terbuka untuk diplomasi pada saat yang sama.”

Sementara itu, juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan serangan udara AS tidak akan mampu melumpuhkan kendali Iran atas Selat Hormuz. Menurutnya, Iran tetap punya kemampuan menyerang jalur pelayaran strategis tersebut dari berbagai titik di wilayahnya.

Tak hanya itu, Pengamat Middle East Institute Alex Vatanka menilai kedua negara kini “kembali ke titik awal” dan akan dihadapkan pada pilihan antara meredakan konflik atau membawa eskalasi ke tingkat yang lebih tinggi.

Baca Juga:

Leave a Comment