15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Pria Muslim Ditikam Berkali-kali di Mal, Pelaku Ungkap Alasannya
Finance & Uang

Pria Muslim Ditikam Berkali-kali di Mal, Pelaku Ungkap Alasannya

admin Juli 15, 2026 3 min read

Jakarta, CNBC Indonesia- Seorang pria ditangkap setelah menikam pria Muslim berkali-kali di sebuah pusat perbelanjaan di negara bagian Utah, Amerika Serikat (AS), dan mengaku sengaja memilih korban karena agamanya.

Dokumen pengadilan yang dirilis polisi pada Selasa (14/7/2026) waktu setempat menyebut pelaku bahkan mengaku memiliki niat membunuh umat Muslim. Aparat menilai pria dimaksud menjadi ancaman serius bagi masyarakat karena memiliki ideologi kekerasan dan diduga telah merencanakan aksi yang dapat menimbulkan banyak korban jiwa.

Insiden itu terjadi di Valley Fair Mall, West Valley City, Utah, pada Senin. Korban berhasil diselamatkan setelah sejumlah warga yang berada di lokasi segera melumpuhkan pelaku sebelum polisi datang. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan korban pria mengalami banyak luka tusuk di sekujur tubuhnya dan kehilangan banyak darah.

Pelaku diketahui bernama Peter Michael Larsen, 48 tahun. Berdasarkan catatan penjara Salt Lake County, ia ditahan atas dugaan percobaan pembunuhan serta kepemilikan dan penggunaan senjata berbahaya yang dilarang.

Diketahui bahwa, Korban diketahui merupakan seorang pria Muslim yang bekerja di sebuah kios di pusat perbelanjaan tersebut.Dalam dokumen penahanan, polisi menyebut Larsen secara terang-terangan mengakui motif penyerangannya.

“Ia menargetkan korban dengan niat membunuhnya karena agamanya (Muslim),”demikian isi affidavit penahanan polisi, dilansirReuters.

Polisi juga mengungkapkan bahwa selama pemeriksaan Larsen mengatakan dirinya”berniat membunuh umat Muslim”. Aparat menilai pelaku”merupakan ancaman besar bagi masyarakat apabila dibebaskan berdasarkan tindakan kekerasannya, ideologi yang dianutnya, serta rencana aksi dengan korban massal yang telah dipersiapkan sebelumnya.”

Menurut laporanSalt Lake Tribuneyang mengutip Imam Shuaib Din, pemimpin Utah Islamic Center yang telah berkomunikasi dengan keluarga korban, pelaku sempat mendatangi korban secara tenang sebelum melakukan penyerangan.




Sementara itu, Pelaku terlebih dahulu menanyakan nama korban, kemudian bertanya mengenai agamanya. Setelah itu, pelaku berpura-pura meminta sebotol air minum. Saat korban berbalik untuk mengambil air tersebut, pelaku langsung melancarkan serangan dengan menikam korban secara berulang kali.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Seorang teman korban membuat halaman penggalangan dana melalui GoFundMe yang menyebut korban mengalami15 luka tusukdan harus menjalani beberapa operasi.

Sementara itu, pelaku juga sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka-luka yang dialaminya ketika dilumpuhkan warga sebelum akhirnya resmi ditahan di Penjara Salt Lake County.

Tak hanya itu, Kelompok advokasi hak-hak sipil di AS mencatat sentimen anti-Muslim terus meningkat selama lebih dari dua dekade sejak serangan 11 September 2001. Dalam beberapa tahun terakhir, fenomena tersebut juga dikaitkan dengan kebijakan anti-imigrasi, meningkatnya supremasi kulit putih, serta dampak dari perang Israel di Gaza.

Sejumlah serangan mematikan terhadap komunitas Muslim juga terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, seorang anak Muslim berusia enam tahun di Illinois tewas akibat penikaman. Pelaku kemudian dijatuhi hukuman penjara selama 53 tahun sebelum akhirnya meninggal dunia saat menjalani masa tahanan.

Sementara pada 2026, penembakan di sebuah masjid di San Diego menewaskan lima orang, termasuk dua remaja yang menjadi tersangka dalam insiden tersebut.

Baca Juga:

Leave a Comment