15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Samsung Rebut Posisi Puncak Penjualan HP Global, Apple Turun Takhta
Gadget & Tekno

Samsung Rebut Posisi Puncak Penjualan HP Global, Apple Turun Takhta

admin Juli 15, 2026 3 min read

Samsungberhasil merebut posisi puncak pengirimansmartphoneglobal pada kuartal kedua (Q2) tahun 2026, mengungguli Apple yang berada di posisi kedua. Meski begitu, penjualan smartphone secara global masih lesu.

Merujuk data Counterpoint Research, Samsung sukses mengamankan posisi pertama pada kuartal kedua 2026 dengan menguasai 24 persen market share. Perusahaan asal Korea Selatan ini juga mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year) tertinggi di antara lima produsen ponsel terbesar di dunia saat ini.

Melansir Sam Mobile pada Senin (13/7), pencapaian Samsung ini didorong oleh kuatnya penjualan lini Galaxy S26 series, ditambah dengan kebijakan mereka yang meminimalkan kenaikan harga di pasar-pasar kunci seperti Timur Tengah dan India.

Di sisi lain, Apple menempel di posisi kedua dengan mengantongi 20 persen market share. Apple juga mencatat kenaikan pengiriman sebesar 3 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu.

Diketahui bahwa, Konsistensi permintaan terhadap iPhone serta keputusan menahan harga jual menjadi penyokong utama performa Apple sepanjang kuartal ini. Namun demikian, Apple diprediksi perlu menaikkan harga di masa mendatang, yang berpotensi memengaruhi angka pengiriman mereka pada kuartal-kuartal berikutnya.

Keberhasilan ini memperpanjang tren pertumbuhan secara tahunan Apple, yang disokong oleh konsistensi penjualan seri iPhone 17 sebagai model yang paling banyak dikapalkan di dunia. Namun, penjualan iPhone di China masih menjadi titik lemah bagi Apple, karena pengapalannya tetap turun secara tahunan.

Sementara itu, Xiaomi, Oppo, dan Vivo masing-masing juga mengalami penurunan secara tahunan hingga dua digit pada kuartal kedua tahun ini. Penurunan tajam ini dipicu tinggihnya fluktuasi pasar akibat lonjakan biaya memori, yang memukul permintaan di segmen kelas bawah dan menengah.

Pada kuartal ini, Xiaomi mengantongi 12 persen market share, turun dari 14 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Kemudian, Oppo hanya mengantongi 11 persen market share, turun tipis dari 12 persen tahun lalu.




Sementara itu, Vivo juga hanya menguasai 8 persen market share, turun dari 9 persen market share pada kuartal yang sama tahun lalu.

Menurut Counterpoint, pengiriman smartphone secara global turun sebesar 11 persen pada 2026 pada kuartal dua 2026, mencapai level terendah untuk periode tersebut sejak tahun 2013. Kenaikan harga jual memicu penurunan minat beli masyarakat, yang akhirnya berdampak langsung pada berkurangnya volume pengiriman barang.

Senior Analyst Shilpi Jain memaparkan bahwa krisis memori global sudah menjadi hambatan terbesar bagi industri smartphone, mengalahkan faktor-faktor lainnya. Masalah yang awalnya hanya berupa kelangkaan komponen pada tahun lalu, kini berubah menjadi masalah penurunan daya beli.

Menurut dia, smartphone kelas bawah dan menengah, yang menguasai mayoritas volume pasar dunia dan paling sensitif terhadap biaya produksi, menjadi tidak realistis untuk dijual dengan harga lama.

Tak hanya itu, “Kami melihat para produsen merespons kondisi ini dengan cara yang berbeda-beda; sebagian menaikkan harga dan merelakan margin keuntungan mereka menyusut, sebagian memperpanjang masa edar model-model lama serta memanfaatkan promo untuk memikat pembeli yang sensitif anggaran, dan sebagian lainnya memilih untuk mengerem peluncuran serta produksi produk baru,” kata Shilpi dalam keterangannya.

Tak cuma krisis memori, ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga ikut mengerek biaya minyak dan pengiriman, yang pada akhirnya semakin melambungkan harga smartphone.

“Kondisi ini terjadi bersamaan dengan tekanan makroekonomi yang lebih luas, melambatnya pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang tinggi, serta rekor terendah sentimen konsumen yang paling memukul para pembeli dengan anggaran terbatas,” ujar dia.

Baca Juga:

Leave a Comment