15 Juli 2026 Stories worth reading. Perspectives worth sharing.
BREAKING
Banjir Rob Rendam Pesisir Surabaya, Sekolah Terdampak
Nasional

Banjir Rob Rendam Pesisir Surabaya, Sekolah Terdampak

admin Juli 15, 2026 3 min read

Banjir robdilaporkan merendam pesisir Surabaya, Rabu (15/7). Salah satunya kawasan Kalianak, Kecamatan Krembangan. Sebuah sekolah di kawasan itu bahkan terdampak sehingga mengganggu proses belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SD Yayasan Karya Putra. Setiap kali air laut meluap dan menggenangi area sekolah, suasana belajar mengajar di sekolah tersebut berubah drastis dibanding hari biasa.

Saat berangkat menuju sekolah, ketinggian banjir yang dilalui mereka bisa mencapai 30-40 cm. Sementara di dalam kelas air yang menggenang bisa setinggi 10-15 cm. Mereka pun terpaksa melepas sepatu agar tak basah.

Yuli (44), seorang guru di SD Yayasan Karya Putra, menyebutkan pihak sekolah selalu menyesuaikan metode belajar mengajar serta kondisi lingkungan yang terendam banjir.

Diketahui bahwa, “Dua kelas mengalami dampak terparah dengan genangan setinggi mata kaki, namun kami tidak meliburkan siswa karena pembelajaran ini wajib dan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS),” ujar Yuli, Rabu (15/7).

Yuli menyebut banjir rob ini sudah rutin terjadi dua hingga tiga kali dalam sebulan sejak sekolah berdiri pada 1998. Meski sekolah telah berupaya melakukan perbaikan infrastruktur seadanya, kendala biaya membuat penanganan banjir belum maksimal.

“Saat rob datang, para siswa terbiasa memakai sendal, serta harus berangkat dan pulang sekolah dengan digendong oleh orang tua mereka,” tambah Yuli.

Guru lain, Nanda (60), mengamati ketinggian air rob justru semakin meroket setelah adanya proyek normalisasi Sungai Kalianak yang lokasinya hanya berjarak beberapa meter dari belakang sekolah.

Sementara itu, “Kami khawatir karena merasa genangan air yang masuk ke sekolah semakin dalam setelah proyek normalisasi dikerjakan, sehingga kami sangat berharap ada pihak yang peduli dan membantu mengatasi kondisi ini,” papar Nanda.

Sementara itu, warga Kalianak Timur, Hendro, membenarkan banjir rob telah mendera wilayah mereka selama 63 tahun terakhir, dengan ketinggian air yang bisa mencapai lebih dari 50 sentimeter.




“Warga kini hanya bisa pasrah memantau informasi pasang surut demi mengantisipasi dampak yang ditimbulkan, bagus itu terhadap aktivitas ekonomi dan pendidikan anak-anak kami,” ujarnya.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya menyebutkan, sejumlah wilayah pesisir Surabaya dilaporkan terendam banjir rob sejak 12 Juli dan diprediksi berlangsung hingga 17 Juli 2026.

Tak hanya itu, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno, mengonfirmasi ketinggian air di Jalan Kalimas dan Kalianak telah menyentuh angka 15-29 sentimeter.

Akses jalan protokol hingga permukiman warga tergenang, termasuk Jalan Kalimas dan kawasan Kalianak, sehingga memicu kemacetan lalu lintas karena pengendara harus ekstra hati-hati melintasi genangan.

“Yang terdampak banjir rob kawasan Kalianak dan Jalan Kalimas Surabaya,” kata Sutarno.

Sutarno mengatakan berdasarkan prediksi BMKG Maritim, banjir rob yang melanda wilayah pesisir Surabaya termasuk kawasan Jawa Timur lainnya akan berlangsung selama enam hari berturut-turut.

Perlu diketahui, Ancaman banjir rob ini dipicu oleh siklus astronomi bulanan yang ekstrem, di mana posisi bumi, bulan, dan matahari berada dalam kondisi yang memicu pasang air laut maksimum.

“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan di mana saat ini fase bulan baru atau new moon,” ucapnya.

BMKG mengimbau masyarakat di sepanjang garis pantai untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap kenaikan volume air laut, yang diprediksi bisa mencapai 120-160 sentimeter di atas permukaan laut (DPL).

“Kondisi ini berpotensi menyebabkan banjir rob di area pesisir dengan ketinggian 120 hingga 160 sentimeter dari rata-rata permukaan air laut atau DPL,” ucapnya.

Baca Juga:

Leave a Comment