Purbaya Sebut Outlook Stabil SdanP Berkat Kerja Pemerintah: Bukan H…
Menteri KeuanganPurbayaYudhi Sadewa menegaskan keputusan Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings mempertahankan outlook stabil untuk Indonesia bukanlah hadiah atau bonus bagi RI karena lembaga pemeringkat internasional tersebut bersikap baik kepada RI.
Menurut Purbaya, keputusan S&P dimaksud karena hasil dari kinerja pemerintah RI yang dinilai telah memenuhi standar internasional.
Hal itu diungkap Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).
“S&P memberi outlook kita stable bukan dikasih sebagai bonus karena mereka baik dengan kita, bukan, tapi karena kita mempunyai kinerja yang sesuai dengan standar mereka,” ujarnya.
Diketahui bahwa, Purbaya menjelaskan pemerintah mempelajari metodologi dan indikator-indikator yang menjadi perhatian S&P, salah satunya menghitung kemampuan bayar utang menggunakan pendapatan pemerintah secara umum (general government), termasuk pemerintah daerah. Menurut dia, Indonesia menunjukkan perbaikan dalam indikator tersebut.
“Setelah kita pelajari, S&P pakai pembayar utang dibayar serta pendapatan dari general government, artinya termasuk dari pemerintah daerah. Sebelumnya di 15,4 persen, batasnya 15 persen, sekarang turun ke sekitar 13,5 persen,” ujar Purbaya. Kita alhamdulillah sekarang membaik.
Dia memastikan pemerintah akan terus berupaya memenuhi berbagai standar internasional dalam pengelolaan fiskal.
“Jadi kita mengerti betul, kita berusaha betul guna memenuhi standar-standar internasional,” ujar Purbaya.
Sementara itu, Sehari sebelumnya, Purbaya juga mengungkap kalau investor saham tak perlu ragu lagi setelah S&P mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) jangka panjang Indonesia di level BBB dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil.
Menurut Purbaya, keputusan S&P menjadi sinyal positif bagi pasar, pada akhirnya investor tidak perlu lagi ragu berinvestasi di Indonesia.
“Siap-siap beli saham. Jangan takut lagi,” kata Purbaya ketika ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (14/7). Beli saham kalau anda pemain saham.
Purbaya menjelaskan keputusan S&P juga diyakini rencananya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Ia menilai sentimen negatif yang selama ini membayangi pasar modal, pasar obligasi, dan rupiah akan berangsur hilang.
Baca Juga:




